Nasional

Maruarar: Bu Mega Jaga Soliditas, Jokowi Jadi Magnet Elektoral

JAKARTA, KabarSelebes.com –   Sosok Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo menjadi alasan yang menjadikan eektabilitas PDI Perjuangan selalu teratas. Termasuk, survei PolMark Indonesia yang menempatkan elektabilitas PDI Perjuangan paling tinggi dengan perolehan 25,1 persen.

Menurut Maruarar, Megawati memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga dan mempertahankan suara partai. Pasalnya Megawati merupakan ideolog yang partai mampu mensolidkan partai dan terus menerus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
“Kemampuan Ibu Megawati mensolidkan dan menjaga Pancasila inilah yang menjadikan PDI Perjuangan masih dicintai dan dipercaya rakyat,” kata saat menjadi pembicara dalam Rilis Survei Nasional PolMark Indonesia dengan tema “Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019” di Rumah Makan Batik Kuring, kawasan SCBD, Jakarta Pusat (Minggu, 22/10).
Maruarar mengungkapkan bahwa figur Presiden Joko Widodo juga memiliki peran yang penting untuk mendongrak elektabilitas PDI Perjuangan. Rakyat masih menaruhkan harapan dan kepercayanya kepada mantan Wali Kota Surakarta ini.
“Dari lembaga survei membuktikan masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi. Dan rakyat juga percaya bahwa presiden masih berada pada arah yang benar untuk mengubah bangsa ini lebih baik,” jelasnya.
“Jadi bila Bu Mega mensolidkan suara internal, Jokowi menjadi magnet elektoral bagi pemilih di luar PDI Perjuangan,” sambung Maruarar.
PolMark Indonesia melakukan survei terhadap tingkat elektabilitas partai politik. Hasilnya, PDIP sebagai partai penguasa masih berada jauh di atas dengan 25,1 persen. Disusul Partai Golkar yang hanya mendapatkan 9,2 persen. Ketiga Partai Gerindra dengan keterpilihan 7,1 persen.
Menariknya keempat diisi oleh PKB dengan 6,3 persen. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu menggeser Demokrat pada Pemilu 2014 lalu yang kini di posisi kelima dengan 5,3 persen. Keenam PAN 3,6 persen.
Eep menjelaskan bahwa survei nasional ini dilaksanakan di 32 provisi, minus Papua dan Papua Barat. Dua provinsi ini tidak disurvei karena alasan teknis semata.  Survei ini secara total melibatkan 2.250 responden dengan menggukan metode multi stage random. Margin error survei ini 2,1 persen.
“Dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” ungkap Eep.
Selain dihadiri Maruarar dan CEO PolMark Indonesia Eep S Fatah, publikasi survei ini juga menghadikan narasumber lain. Yaitu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen PAN Edi Soeparno dan peniliti LIPI Siti Zuhro. (Abdy/YS)
Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top