Sulawesi Tengah

Walikota: Sudah 16 Tahun Kontainer Ditertibkan, “Natalanjoro” Namanya

Kontainer yang masuk ke dalam kota Palu.(Foto:Radarsultengonline.com)

PALU, KabarSelebes.com – Walikota Palu Hidayat menyatakan bahwa dengan adanya demo buruh kontainer di kantor DPRD Kota Palu Selasa (24/10/2017) siang tadi dirinya menyatakan Aksi Demo itu adalah hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

“Saya kira kalau mereka demo itu haknya tetapi mereka, termasuk pemilik modal juga harus toleran dengan kepentingan orang banyak sebagai pengguna jalan umum yang menolak kontainer itu masuk dijalanan umum dalam kota,” kata Hidayat.

Dia menambahkan sebenarnya angkutan kontainer yang akan mendistribusikan barang-barang ke dalam kotalah yang dilarang dan ini sudah berlaku cukup lama. Pelarangan kontainer masuk dalam kota ini kata Hidayat, oleh Pemkot sudah ada sejak dimasa kepemimpinan wali kota Baso Lamakarate kemudian Suardin Suebo sampai dengan Rusdi Mastura yang sudah melarang kontainer masuk dalam kota, termasuk pula menetapkan kawasan pergudangan yang diarahkan diwilayah utara kota Palu.

Hidayat mencontohkan dikelurahan tondo saat ini banyak terdapat gudang gudang karena memang disanalah kawasannya selain itu diKawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga bisa dibuka gudang karena salah satu fungsi KEK itu adalah logistik dan KEK ini sudah 4 tahun sementara kebijakan pelarangan gudang dalam kota sudah berjalan selama 16 tahun lalu.

“Masa dalam waktu 16 tahun kita tidak bisa tertibkan, ini namanya Namadai alias natalanjoro,” kata Hidayat kesal.

Yang jelas tambah Hidayat angkutan kontainer hanya bisa mengangkut barang dari pelabuhan sampai di Kelurahan Tondo saja dan kemudian mobil Box atau mobil truk yang tonasenya sesuai ketentuan mendistribusikan barang ke toko toko di dalam kota.

“Saya kira kebijakan ini sangat menguntungkan buruh, cuma memang mungkin keuntungan orang orang kaya itu agak berkurang sedikit, kan kurangnya sedikit keuntungan untuk para buruh juga. Jadi janganlah mengerak gerakkan orang hanya untuk memenuhi hasyat kepentingan keuntungan semata tetapi menutup mata dan telinga mendengarkan keluhan masyarakat yg terganggu kenyamanan dan ketenangan utamanya masyarakat pengguna jalan yang semakin hari semakin macet dan padat,” jelasnya

Selain itu hidayat mengutarakan keberadaan kontainer masuk dalam kota juga bukan hanya mengakibatkan jalan yang rusak akan tetapi drainase juga hancur dampak dari kontainer yang berbobot ton itu.

“Kok, tidak ada perasaan kita dengan hal hal tersebut, Sudahlah, berhentilah untuk membuat kekacauan mari kita bangun toleransi dan kekeluargaan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat agar kita semua bisa hidup tentram dan damai sehingga kita semua bisa beraktivitas mencari nafkah yang halal diridhoui Allah SWT,Tutup Hidayat.(HUM/ABD)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top