Sulawesi Tengah

Bupati Tolitoli Ngotot Akan Tetap Ganti Lapangan H Hayun, Ketua DPRD: Kami Akan Bentuk Pansus

Saleh Bantilan (Foto:Sabran)

TOLITOLI KabarSelebes.Com –   Pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan orang yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Salumpaga (AMS) pada Rabu 6 Desember 2017, di gedung DPRD Tolitoli.membuat Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan angkat bicara dan tetap ngotot akan melakukan pemberian nama terhadap lapangan yang menjadi icon Kota cengkeh.

Kepada sejumlah awak media Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan mengatakan dirinya tetap komitmen dan bersikukuh tetap akan melakukan pemberian nama terhadap lapangan yang berada di Kelurahan panasakan itu, dengan nama Gaukan Moh Bantilan (GMB) yang akan ditetapkan bertepatan dengan momen Hut Kabupaten Tolitoli yang ke 57 tanggal 11 Desember 2017 mendatang.

“Saya tetap pada komitmen awal saya akan memberi nama lapangan dengan nama GMB karena ini merupakan kesepakatan antara dirinya selaku raja Tolitoli bersama tokoh Adat dan perubahannya tersebut akan dibuatkan Peraturan Bupati,”Tegas Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan.

Disinggung terkait ngototnya untuk memberi nama lapangan tersebut, Bupati Tolitoli dua periode itu menambahkan, berdasarkan histori yang diceritakan bahwa asal mulanya lapangan tersebut merupakan milik Almarhum Moh Bantilan yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Buol Tolitoli pada waktu itu dengan disebut sebagai lapangan hijau. Sedangkan nama Haji Hayun merupakan nama jalan yang berada disamping lapangan sehingga lama kelamaan penyebutan nama lapangan haji hayun sudah melekat di mata masyarakat.

“Begitu ada perubahan jalan, jalan Haji Hayun dipindahkan ke tanjung batu di Kelurahan Baru,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Andi Ahmad Syarif mengungkapkan, dirinya sangat menyayangkan terkait statmen Bupati Tolitoli yang tetap ngotot untuk melakukan perubahan dengan nama lapangan Gaukan Moh Bantilan dimana nama Haji Hayun merupakan pahlawan lokal yang bukan hanya milik masyarakat Salumpaga akan tetapi milik masyarakat Kabupaten Tolitoli.

“Jika hal tersebut tetap dipaksakan saya selaku ketua Fraksi Gerindra akan menolak keras, dan akan membentuk Pansus yang mana akan saya rembukkan dengan fraksi lain yang ada di DPRD Kabupaten Tolitoli,”geram Andi Ahmad Syarif kepada sejumlah awak media.

Dirinya menambahkan, selaku ketua DPRD Tolitoli akan menyikapi hal tersebut, dengan membuatkan Peraturan Daerah inisiatif untuk menetapkan lapangan Haji Hayun tersebut dan menganggarkan dana untuk penamaan lapangan Haji Hayun serta mendorong agar nama Haji Hayun ditetapkan sebagai pahlawan nasional.(SBR)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top