Nasional

Biang Kerusakan, Anggota DPR RI Sebut CPM Penjahat Lingkungan

Ahmad Ali Nasdem

Anggota Komisi VII Bidang Energi Sumber Daya Mineral DPR RI Ahmad M. Ali saat bus interview Minggu (31/12/2017).(Foto:Ist)

PALU, Kabar Selebes – Anggota Komisi VII Bidang Energi Sumber Daya Mineral DPR RI Ahmad M. Ali mensinyalir PT. Palu Citra Minerals (CPM) telah menjadi biang kerusakan lingkungan di areal penambangan emas Poboya. CPM dianggap mengetahui adanya penggunaan zat kimia berbahaya untuk penambangan emas di wilayah itu namun membiarkannya.

“Hal itu sebenarnya terungkap ketika anggota Komisi VII datang ke lokasi penambangan. Yang artinya, hal itu sudah bertahun-tahun dilakukan namun dibiarkan saja oleh CPM padahal selaku perusahaan yang mengantongi ijin penambangan dari pemerintah, CPM harusnya peduli,” kata Ahmad M. Ali kepada wartawan saat interview di atas bus milik Partai Nasdem Sulteng Minggu (31/12/2017).

BACA JUGA :  Nyaris Bentrok, Dua Kelompok Nelayan di Tolitoli Berselisih di Damaikan Polisi

Menurut bendahara umum DPP Partai Nasdem itu, CPM berada di lingkaran kerusakan lingkungan di wilayah Poboya dimana areal konsesinya dijadikan tempat penambangan oleh perusahaan lain dengan menggunakan bahan kimia berbahaya berupa merkuri.

“Mereka tahu itu namun sepertinya mereka diam. Ini artinya CPM adalah biang kerusakan lingkungan karena melakukan pembiaran, pantaslah jika disebut penjahat lingkungan,” lanjutnya.

Bukan hanya itu, mantan Ketua DPW Partai Nasdem Sulteng itu bahkan menyoroti kinerja aparat yang juga terkesan ikut membiarkan masuknya bahan kimia berbahaya di wilayah penambangan emas Poboya.

“Razia besar-besaran kemarin itu dilakukan setelah Komisi VII memberi laporan ke Kapolri bahwa terjadi kerusakan lingkungan akibat zat kimia disana. Padahal, sebelumnya polisi menyebut tidak ada merkuri di Poboya,” sesalnya.

BACA JUGA :  Viral, Anggota Polisi di Sigi Antar Jenazah dengan Sepeda Motor

Olehnya, dalam waktu dekat ini Komisi VII DPR RI berencana akan memanggil pihak CPM untuk membuka fakta perihal pelanggaran lingkungan di Poboya. Pemanggilan CPM ini juga terkait izin usaha penambangan Operasi Produksi (IUP OP) yang dikantongi CPM yang dinilai masih bermasalah.(ABD)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Selamat Tahun Baru 2018!

Tahun...

Waduh, FUI Sulteng Sebut akan Ada Pesta Sex Kaum LGBT di Palu

PALU,...

Wow.. Ini Dia 29 Radio Ilegal yang Siaran di Sulteng Versi KPID

PALU,...

Close