Sulawesi Tengah

ROA Ajak Para Pihak Ikut dalam Aliansi Penghidupan Hijau

Abal

Subarka

PALU, Kabar Selebes – Ketua Relawan Orang dan Alam Subarkah mengajak masyarakat bergabung dalam aliansi penghidupan hijau dalam rangka memperkuat masyarakat sipil untuk pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Ajakan ini untuk menyerukan kepada kita semua agar mulailah membangun dengan sesuatu yang ramah lingkungan dan memikirkan keberlanjutannya, karena membangun tanpa memikirkan hal itu justeru kita sesungguhnya tengah menciptakan kerugian yang lebih besar,”Ujarnya.

Menurutnya, untuk menciptakan hal itu perlu sebuat komitmen politik yang kuat dari pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Ketimpangan dan kesenjangan yang selama ini terjadi sudah harus mulai ditekan, perlu saling meningkatkan pemahaman, persepsi, saling berkordinasi dan meningkatkan pengawasan koloboratif dalam menciptakan pembangunan penghidupan hijau.

“Prakteknya mesti bersama-sama, bukan hanya mendengarkan satu pihak saja, semisal hanya mendengar keinginan investor saja atau hanya mendengar keinginan pemerintah saja bahkan hanya ingin mendengar keinginan masyarakat saja dan jika itu terjadi maka ketimpangan dan kesenjangan dipastikan terjadi dan merugikan,”Ungkap Subarkah.

Ia mencontohkan banyak yang dialami masyarakat saat ini kerabkali sangat dirugikan karena hak mereka atas tanah dan sumber daya alam seringkali tidak jelas. Perluasan perkebunan skala besar, pertambangan skala besar yang mengambil kawasan-kawasan hutan terkadang menyingkirkan masyarakat dari sumber-sumber penghidupannya yang akhirnya berdampak pada kemiskinan.

“Pembukaan dan perluasan lahan untuk perkebunan skala besar, pertambangan yang tidak berkelanjutan merupakan salah satu akar penyebab rusaknya hutan dan penurunan lahan hilangnya sumber penghidupan masyarakat,”Imbuhnya.

Subarkah menyampaikan faktor kebijakan, perdagangan baik lokal, nasional dan pelaku bisnis internasional seperti perusahaan multinasional dan investor merupakan pendorong utama hilangnya hutan ataupun sumber-sumber penghidupan masyarakat. Meski demikian, hal ini juga kerab dilakukan oleh masyarakat, perusahaan lokal juga berkontribusi besar terhadap hilangnya dan degradasi hutan serta sumber penghidupan juga.

Pendorong lain terjadinya deforestasi dan degradasi lahan adalah kurangnya kehendak politik dan pribadi untuk melindungi fungsi kritis yang diberikan oleh hutan dan sumber-sumber penghidupan.

 

Olehnya ROA mengajak para pihak untuk melakukan tata kelola hutan dan sumber-sumber penghidupan yang inklusif dan berkelanjutan.

masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lanskap hutan dan sumber-sumber penghidupan yang subur . Namun, tiga kondisi perlu dipenuhi agar masyarakat benar-benar dapat memainkan peran ini diantaranya keamanan kepemilikan lahan, atau akses terhadap tanah, dimasukkannya dalam pengambilan keputusan penggunaan lahan oleh pemerintah dan sektor swasta, dan pendekatan berbasis alam terhadap pengelolaan lanskap hutan dan sumber-sumber penghidupan.

“Kondisi ini memungkinkan masyarakat untuk terlibat dengan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta untuk bersama-sama memutuskan penggunaan lahan. Ini adalah tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan dari hutan dan sumber-sumber penghidupan,”Pinta Subarkah. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Curi Sepeda Motor, Seorang Warga Panasakan Diciduk Polisi

TOLITOLI,Kabar...

Dump Truk di Tolitoli Lindas Pembonceng Sepeda Motor Hingga Tewas

TOLITOLI,...

Forki Sulteng Siapkan Puluhan Karateka Hadapi Piala Mendagri 2018

PALU,...

Close