Sulawesi Tengah

Sembilan Pejabat IAIN Palu Dilantik, Tiga di Antaranya Wakil Rektor

rektor IAIN lantik pejabat

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Saggaf S Pettalongi MPd, melantik sembilan pejabat periode 2017 – 2021 dilingkungan perguruan tinggi Islam negeri tersebut, Rabu (10/1). (Foto:IST)

PALU, Kabar Selebes – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Saggaf S Pettalongi MPd, melantik sembilan pejabat periode 2017 – 2021 dilingkungan perguruan tinggi Islam negeri tersebut, Rabu (10/1).

Pelantikan terhadap sembilan pejabat dilingkugan IAIN Palu didasarkan atas Keputusan Menteri Agama Nomor 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54/IN.13/KP.07.6/01/2018 tentang pengangkatan wakil rektor dan pejabat pelaksana akademik.

Tiga dari sembilan pejabat tersebut merupakan wakil rektor yaitu Dr H Abidin MAg, menggantikan Dr Azma M Mardjun  sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga. Dr H Kamaruddin MAg menggantikan Dr Sofyan Bachmid sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan.  Drs H  Iskandar M.Sos.I menggantikan Dr H Muhtadin Dg Mustafa sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Kerjasama.

Rektor IAIN Prof Saggaf S Pettalongi MPd juga melantika  tiga dekan yaitu Dr Mohammad Idhan SAg MPd  sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan, Dr H Hilal Malarangan MHI Dekan Fakultas Syafiah dan Ekonomi Islam, Dr H Lukman S Thahir sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Prof Saggaf S Pettalongi juga melantik Direktur Pascasarjana IAIN Palu Prof Dr H Syahabuddin MAg. Selanjutnya, Prof Dr H M Asy’ari sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat (LP2M), Dr Askar Ahmad sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutua (LPM).

“Pelantikan adalah hal yang lumrah, biasa terjadi dalam suatu organisasi,” ungkap Prof Saggaf saat menyampaikan sambutan usai melantik sembilan pejabat tersebut, di Auditorium IAIN Palu.

Kata Prof Saggaf, kedepan pengembangan IAIN Palu akan berorientasi pada pembinaan, dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Karena itu, ia berharap agar pejabat yang baru saja dilantik, untuk bekerja maksimal mencapai rencana pengembangan tersebut.

“Tidak ada mutu standar yang statis. Misalkan, hari ini bermutu, besok mungkin tidak lagi bermutu,” kata Prof Saggaf.

Olehnya dibutuhkan inovasi dan kreasi yang tidak sekedar rutinitas, dari civitas akademik untuk mencapai peningkatan mutu.

Pakar manejemen pendidikan ini menilai, target peningkatan mutu juga untuk mendongkrak cita – cita IAIN Palu beralih status menjadi Uiniversitas Islam Negeri (UIN) Palu.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi,  yang harus kita genjot dan kita kerja bersama  meningkatkab mutu, pendidikan dan tenaga kependidikan, tidak ada yang lain,” ujarnya.

IAIN, urai Prof Saggaf, kurang lebih memiliki 200 dosen sebagai tenaga pendidik dengan gelar strata dua dan strata tiga, termasuk beberapa professor dan guru besar.

Jumlah tersebut belum memadai untuk perguruan tinggi Islam terbesar di Sulawesi Tengah itu. Dimana, akui dia, dibutuhkan penambahan tenaga pendidik, namun menunggu kebijakan Kementerian Agama.

Namun demikian IAIN, sebut dia akan terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan mutu tenaga pendidik yang telah ada.

“Salah satu indikator untuk capaian peningkatan mutu bukan hanya terpenuhinya standar pendidikan strata tiga. Melainkan, dosen atau tenaga pendidik yang telah mencapai indikator standar strata tiga, dapat meningkat menjadi guru besar,” terangnya.(MAD)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Giliran 261 Sisiwa di Ampana Terima Beasiswa PIP

AMPANA,...

Gara-Gara Buku, Anggota TNI di Poso “Diserbu” Anak Sekolah

POSO,...

Menerjemahkan “Tiga Pogram Rakyat” Golkar dalam Konteks Sulawesi Tengah

PARTAI...

Close