Sulawesi Tengah

ICI dan IP2I Ziarah ke Makam Penyebar Islam di Tanah Kaili

Nilam Berkunjung ke Makam Guru Tua-1

 

  • Nilam Sari Lawira : Mari Kita Mengambil Suri Tauladan dari Ulama

PALU, Kabar Selebes – Kurang lebih 400 orang warga Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, bersama pengurus Yayasan Insan Cita Indonesia (ICI) dan Ikatan Persaudaraan Perubahan Indonesia (IP2I) melakukan wisata religi ke makam – makam ulama penyebar Islam di Tanah Kaili.

Ziarah yang dipimpin langsung Dewan Pembina IP2I sekaligus pendiri yayasan ICI, Nilam Sari Lawira, dimulai dari makam pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur, Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Al Jufri atau yang dikenal Sis Al Jufrie yang terletak di Masjid Alkhairaat, Jalan Sis Al Jufrie, Kota Palu.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Antar TAHAJUD Mendaftar ke KPUD Morowali

Setelah berdoa di makam Sis Aljufrie, beberapa makam rombongan melanjutkan perjalanan ke makam Rusdi Toana di Kompleks Universitas Muhammadiyah Palu,. Rusdi Toana sendiri merupakan pendiri Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah.

Nilam Berkunjung ke Makam Guru Tua-2

Kemudian ziarah dilanjutkan ke makam Syekh Abdullah Raqie atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dato Karama di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Dato Karamah merupakan penyebar Islam pertama di Kota Palu.

Ziarah diteruskan ke makam Syekh Lokiah, di Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala dan berakhir di Makam pue Lasadindi (Mangge Rante) di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamutu, Sulawesi Barat.

Nilam Sari Lawira, menyebutkan, pue Lasadindi merupakan seorang ulama mitologis. Ajaran-ajaran pue Lasadindi, tentang perubahan, tentang bagaimana merawat alam sekitarnya masih dapat dirasakan hingga saat ini

BACA JUGA :  Nasdem Sulteng Gelar Pengajian di Gedung Restorasi

Oleh karena itu, lanjutnya, IP2I dibentuk berdasarkan spirit dari pue Lasadindi. Ia berharap semua anggota yang tergabung dalam IP2I bisa mewakili atau membawa spirit yang selama ini sudah diperjuangkan pue Lasadindi.

Wisata religi ini, lanjutnya, dilakukan sebagai upaya untuk memperjuangkan pue Lasadindi (mange rante) menjadi pejuang kemerdekaan.

“Melihat ajaran-ajarannya, saya kira dia pantas diperjuangkan menjadi seorang Pahlawan Nasional,” imbuhnya.

Selain itu, Nilam berharap ziarah yang sudah dilakukan akan bernilai ibadah dimata Allah SWT dan akan mendapatkan manfaat bagi kehidupan serta mendapat berkah dari Allah.

“Mari kita mengambil suri tauladan dari semua tokoh-tokoh tersebut, bagaimana semangat juang mereka dalam menyiarkan agama islam, semangat juang mereka dalam mempertahankan negeri ini dan semangat mereka dalam menghadapi kehidupan ini tanpa mengenal putus asa, tanpa mengenal apa arti namanya penghiatan, dan selalu ikhlas dalam melaksanakan tugas mereka sebagai hamba allah,” tandasnya. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
BPJS Janji Segera Selesaikan Piutangnya di Sulteng

JAKARTA,...

Kini di PS Tira, Empat Eks Celebest FC Ini Janji Main Maksimal di Liga 1

 ...

Rencana Selundupkan Sabu ke Buol, Pasutri ini Diciduk di Agen Mobil

PALU,...

Close