Kolom Anda

Java Jazz, Politik dan Element of Surprise

Java Jazz1Jumat kemarin saya diajak jalan oleh seorang kawan di ibukota. Ternyata perjalanan bermuara disebuah perhelatan musik internasional di JEXPO Kemayoran. Itulah perhelatan JAVA JAZZ Festival yang berlangsung selama tiga hari dan menyedot kehadiran penikmat Jazz se Indonesia.

Sebagai penikmat musik dangdut, berada di lingkungan komunitas Jazz tentu serasa di benua lain. Demikian pula terbiasa menikmati dangdut, ujug ujug didisodori jazz seperti keki sendiri. Ketika yang lain asyik bergoyang menikmati musik jazz yang kental improvisasinya, saya cukup diam berbaur diantara mereka yang eforia menikmati musisi jazz berkelas beraksi.

Ada yang bilang, musik jazz adalah musiknya kaum jenius. Karena memang musik ini kaya akan inprovisasi dari para biangnya. Menikmati jazz juga tidak murah. Sementara musik dangdut adalah musiknya rakyat, karena musiknya sederhana dan bisa bikin orang bergoyang. Untuk bisa menikmati dangdut jjuga murah meriah.

BACA JUGA :  AICIS 2018: Moderating Islam dan Politik

Dalam dunia politik, eforia juga pasti dirasakan oleh para politisi yang sudah terbiasa terlibat dalam perhelatan kostestasi politiik. Momentum Pilkada dan Pileg, adalah pentas untuk menujukkan kepiawaian memainkan strategi politik untuk mencapai tujuan. Memainkan irama politik yang bisa menarik minat orang untuk terlibat adalah sebuah keniscayaan. Semakin bagus iramanya, semakin terpukai orang untuk melebur didalamnya

Sejatinya intisari antara musik jazz dan politikadalah soal penjiwaan. Siapa menjiwai langgamnya, akan menghasilkan dampak yang bagus. Bila dalam Jazz menghasilkan karya yang berkualitas, maka dalam kontestasi politik menghasilkan penawaran politik mengenai figur yang layak dipilih.

Java Jazz2

Dalam strategi politik dikenal istilah elemen of surprise alias elemen mengejutkan. Sebagaimana dalam Java Jazz Festival elemen of surprisenya adalah musisi kelas dunia. Juga penampilan Elek Yo Band yang berisi Menteri Kabinet Jokowi. Maka dalam politik elemen of surpresinya adalah kehadiran figur yang bisa membuat terobosan dan perubahan. Figur tersebut bukan saja seorang politisi yang sudah mumpuni, tapi bisa jadi mereka yang baru terjun ke dunia politik namun membawa kejutan di masyarakat.

BACA JUGA :  Cita-cita Bung Karno di Pabrik Semen Gresik

Oh ya di lokasi Java Jazz, saya memesan secangkir kopi. Walau musik Jazz menggema, saya tetap merasakan nikmat kopi dangdut.

Jakarta, Awal Maret 2018
Merdeka!!!

 

——————————————————–

OLEH: MUHARRAM NURDIN

Penulis adalah Wakil Ketua DPRD Sulteng / Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Hiu Paus Tutul Muncul di Dermaga Sibaluton Tolitoli, Warga Heboh

TOLITOLI,...

Sadis, Mayat Wanita Ditemukan di Semak dengan Tangan dan Kaki Terikat

PALU,...

Besok Nasdem Sulteng Latih Saksi Pilkada dan Pemilu

PALU,...

Close