Sulawesi Tengah

BI-IAIN Tandatangani Kerjasama Beasiswa

PALU, Kabar Selebes – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu resmi melakukan penandatanganan kerjasama beasiswa tahun 2018, di Auditorium IAIN Palu, Rabu 28/3.

Penandatangan kerjasama itu sekaitan dengan program pemberian bantuan biaya pendidikan Bank Indonesia kepada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat ekonomi menengah kebawah untuk meringankan beban dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pemberian bantuan biaya pendidikan (besiswa) itu resmi dilakukan lewat penandatanganan perjanjian kerjasama beasiswa tahun 2018 antara Bank Indonesia Perwakilan Sulteng dan IAIN Palu, di Auditorium IAIN Palu, Rabu 28/3.

Penandatanganan perjanjian kerjasama beasiswa itu dilakukan langsung oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Miyono dan Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd.

“50 mahasiswa yang menerima beasiswa terdapat di dua fakultas. Untuk Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah diberikan kepada mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan Fakultas Syariah Ekonomi Islam diberikan kepada mahasiswa Jurusan Ekonomi, Perbankan, Hukum Keluarga dan Perbandingan Mazhab,” ungkap pengelola Beasiswa Bank Indonesia IAIN Palu, Dr Emmawati MAg.

BACA JUGA :  Akper Landangan Juara Lomba Film Pendek Poso Untuk Indonesia

Bantu senilai Rp 600 juta dari Bank Indonesia itu, diperuntukan kepada 50 mahasiswa ekonomi menengah kebawah yang terdapat di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan Fakultas Syariah Ekonomi Islam IAIN Palu.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Miyono menyatakan beasiswa ini merupakan salah satu program Bank Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun.

“Beasiswa ini rutin diberikan setiap tahun. Tahun 2018 ini terlihat spesial, karena dari sisi nilai mengalami peningkatan,” ungkap Miyono saat menyampaikan sambutan pada penandatanganan perjanjian kerjasama beasiswa dan kuliah umum.

Miyono menguraikan setiap mahasiswa penerima beasiswa mendapat bantuan senilai Rp. 1 juta/mahasiswa setiap bulan, sehingga setiap mahasiswa dalam setahun mendapat bantuan senilai Rp. 12 juta.

Ia berharap agar bantuan yang diberikan tidak dimanfaatkan untuk hal-hal konsumtif atau yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan perguruan tinggi. Melainkan, digunakan untuk kepentingan kuliah.

BACA JUGA :  Dalam Waktu Satu Jam, Kabupaten Banggai Diguncang 3 Kali Gempa

“Ini hendaknya menjadi motivasi agar bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik. menyelesaikan studinya dengan baik. Karena itu beasiswa ini jangan digunakan untuk hal-hal konsumtif. Tetapi dipakailah untuk kegiatan pendidikan, beli buku dan seterusnya. Jadi tolong dimanfaatkan dengan baik. Kalau ketahuan bantuan ini digunakan untuk hal komsutif hal-hal yang tidak bermanfaat, maka BI akan cabut,” kata Miyono.

Miyono berharap agar kedepan bantuan beasiswa mengalami peningkatan baik dari sisi nilai atau nomila dan jumlah penerima, sehingga akan lebih banyak memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapat bantuan pendidikan.

Sementara itu Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan kerjasama tersebut membawa manfaat bagi kedua lembaga meliputi IAIN Palu dan Bank Indonesia.

Ia menyebut bantuan yang diberikan setiap tahun mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah penerima atau dari sisi nominal bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia.

“Bantuan beasiswa yang diberikan oleh BI kepada perguruan tinggi termasuk IAIN Palu, alhamdullah selalu mengalami peningkatan. Kita berharap tahun depan juga mengalami peningkatan,” ujar Prof Sagaf Pettalongi.

BACA JUGA :  Astaga, Dua Bocah di Donggala Ini Lumpuh Setelah Diimunisasi

Pakar Managemen Pendidikan ini mengaku bangga karena Bank Indonesia telah merealisasikan komitmennya untuk turut serta membantu masyarakat ekonomi menengah kebawah terkait pengurangan beban biaya kuliah.

Prof Sagaf Pettalongi menguraikan beasiswa Bank Indonesia dapat diperoleh oleh semua mahasiswa ekonomi menengah kebawah dengan cara kompetisi. Salah satunya untuk mendapat bantuan itu yakni nilai IPK mahasiswa minimal 3,00. Nilai tersebut setiap semester tidak boleh turun.

“Ini bukan hal yang sederhana, saya kira. Sambil kuliah dapat uang tiap bulan. kesempatan ini tidak semua orang bisa dapatkan, karena itu manfaatkan kesempatan yang ada,” himbau Prof Sagaf Pettalongi.(MAD)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Ikut Pelatnas, Dua Pemain Takraw Putri Sulteng Berpeluang Tampil di Asian Games 2018

JAKARTA,...

Jelang HUT Provinsi Sulteng, Ustad Solmed Ceramah di Touna

AMPANA,...

Polisi Selidiki Pelaku Korban Tabrak Lari Warga Bajugan Tolitoli 

TOLITOLI,KabarSelebes-...

Close