Sulawesi Tengah

2019, Sulteng Target Akses Air Minum dan Sanitasi Tercapai

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini berupaya sekuat tenaga memenuhi kebutuhan primer masyarakat, yaitu air minum dan sanitasi yang layak. Targetnya, 2019 mendatang, akses yang luas atas air minum dan sanitasi yang layak, tercapai.

Hal itu dikemukakan Hidayat Lamakarate saat membuka pelatihan penyusunan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) di Hotel Parama Su, Selasa (28/8).

Pelatihan dihelat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa bersama Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diikuti lima perwakilan dari kabupaten/kota di daerah ini.

Hidayat Lamakarate mengapresiasi gelaran itu. Pasalnya hal tersebut merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kapasitas pelayanan terhadap masyarakat. Khususnya masyarakat yang ada di wilayah pedesaan. Dimana pemerintah daerah berupaya sekuat tenaga dalam pembangunan, khusus pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dengan terus mempercepat pencapaian akses yang luas atas air minum yang aman dan sanitasi yang layak pada tahun 2019 mendatang.

BACA JUGA :  KPU Sulteng Launching Rumah Pintar Pemilu

“Pelaksanaan ini diapresiasi oleh bapak gubernur. Kalau di beberapa kabupaten belum tentu sumber air bagus seperti di perkotaan. Bahkan di daerah ada yang tidak ada air tawar sama sekali seperti waktu saya dinas di Banggai Laut. Tapi Allah Maha Kuasa. Mereka memakai air hujan atau pergi ke pulau sebelah untuk memenuhinya. Tapi kita terus mencari solusi-solusi yang terbaik,” ungkap Hidayat.

Secara khusus Hidayat mengapresiasi langkah kabupaten Banggai Laut yang sangat serius dengan kebutuhan air minum layak konsumsi. Daerah yang sulit air tetapi masyarakat sangat membutuhkannya, sehingga pada tahun lalu pemerintah kabupaten Banggai Laut menganggarkan Rp30 miliar untuk kebutuhan yang harus segera dilaksanakan. Meski, kata Hidayat hal ini seharusnya juga bisa diusahakan mendapat bantuan subsidi dari pemerintah pusat. Tetapi akan melalui proses yang tidak singkat.

BACA JUGA :  Polres Gandeng Ulama Bina Moral Masyarakat Bangkep

Ia juga menekankan pentingnya sanitasi lingkungan yang layak. Karena menurut pengalaman yang pernah ia temui langsung, sebagian masyarakat masih kurang memperhatikan masalah sanitasi. Kotoran limbah tinja tidak dibuatkan pembuangan yang sesuai dengan standar kesehatan. Sehingga dikhawatirkan tercemar bakteri E-coli yang dapat mengakibatkan sakit, jika bakteri tersebut sampai masuk ke pencernaan.

Ketua Panitia Ir Daniel Safei, MM memaparkan kegiatan yang berlangsung hingga 31 Agustus ini secara rinci bertujuan untuk menjamin kesamaan pemahaman, pengetahuan dan kemampuan daerah mengenai pentingnya penyusunan RAD-AMPL. Kemudian meningkatkan ketrampilan pemerintah daerah dalam menyusun, memantau dan mengendalikan RAD-AMPL di wilayah kabupaten. Serta meningkatkan kemampuan daerah dalam melaksanakan penyusunan RAD-AMPL. (***/ptr)

BACA JUGA :  Dua Pebalap Indonesia Kuasai Dua Etape TdCC

Sekprov Sulteng Moh Hidayat Lamakarate saat membuka pelatihan penyusunan RAD-AMPL. (Foto: Ismail Salahuddin/Humas)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Sekprov Hidayat Sidak Markas BPBD Sulteng

PALU,...

KPK: Kesadaran Pejabat Sulteng Lapor Harta Kekayaan Masih Rendah

PALU,...

Mempertahankan NKRI, Ribuan Prajurit TNI Poso Latihan Tempur di Gunung

POSO,...

Close