Ekonomi

Masykur Sarankan Pemda Dorong Pengusaha Sawit Bangun Pabrik

LALUNDU, Kabar Selebes – Anggota DPRD Sulteng, Muh. Masykur menyarankan ke Pemerintah Daerah (pemda) Provinsi Sulteng (Pemprov) agar mendorong pelaku usaha membangun pabrik pengolahan sawit di Kecamatan Riopakava Kabupaten Donggala.

Hal ini disampaikan Masykur saat berdiskusi bersama dengan warga di Desa Lalundu, Kamis (2/8).

Masykur menjelaskan betapa sangat disayangkan jika potensi hasil perkebunan yang luar biasa di daerah ini tidak disahuti oleh pengambil kebijakan.

“Pasalnya, selama ini belum nampak upaya kongkrit dan menggembirakan dirasakan oleh petani, khususnya perlindungan dan pengelelolaan hasil kebun sawit milik warga,” jelasnya.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulawesi Tengah menjelaskan, jika ditelisik, Kecamatan Riopakava ini merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan alam dan hasil pertanian tertinggi di Sulteng, baik dari hasil kebun sawit maupun dari hasil kekayaan alam lainnya.

BACA JUGA :  Rumah Zakat-Pemkot Palu Salurkan 20 Ribu Kaleng Superqurban

Diperkirakan dari hasil penjualan Tandan Buah Sawit (TBS) saja hasilnya bisa mencapai ratusan miliar setiap tahunnya. Bahkan bisa lebih lagi jika ditata dan dikelola baik, tentunya dengan kehadiran negara di sana.

“Saya kira pada konteks inilah sejatinya negara melalui pemerintah ambil peran dan tanggungjawab. Sebab, nampak ada kondisi yang “tidak sehat” terjadi dan dialami oleh petani di Riopakava,” katanya.

Menurut Masykur, terjadi kuasa monopoli pasar di sana. PT Astra grup satu-satunya pemain tunggal pembeli dan pemasok harga TBS dari petani. Sehingga standar harga dan layanan yang diberikan tidak sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan.

Dari standar harga TBS saja misalnya jauh dibawa daerah lainnya seperti di Kalimantan. Jika dibandingkan dengan harga TBS kalimantan selisih sampai Rp. 400 per kilo dengan harga yang ditetapkan oleh anak perusahaan PT. Astra sebesar Rp. 1.200an.

BACA JUGA :  Aslan Said, Pemenang Undian Paket Umroh Gratis Babussalam-Santika

Padahal dari aspek kualitas, TBS kita disini lebih baik dibanding di Kalimantan. Sebagimana testimoni salah seorang warga yang pernah melakukan studi banding di Kalimantan.

Anggota DRPD Sulawesi Tengah Dapil Wakil Kabupaten Donggala dan Sigi ini mengingatkan kepada Pemprov agar responsif terhadap penyelesaian soal dan segera melakukan upaya konkrit. Sepanjang Pemprov bertindak responsif, saya yakin pelaku usaha ada yang bersedia menyahuti desakan warga.

“Karena pengalaman ditempat lain juga seperti itu dan sukses. Tinggal kuncinya ada di pemerintah, agar selain berefek ke petani juga ke peningkatan pendapatan daerah,” tutup Masykur.(***/ptr)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Lompat ke Laut Perbaiki Tali Speed Boat, Karyawan PT TOM Hilang di Perairan Dungingis Tolitoli

TOLITOLI,...

Juli 2018, Nilai Tukar Petani Sulteng 97,76%

PALU,...

Juni 2018, Ekspor Sulteng Turun 12,64%

PALU,...

Close