Ekonomi

Peningkatan Produksi Jagung Terus Didorong

PALU, Kabar Selebes – Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan diversifikasi sumber energi, permintaan jagung nasional dan dunia meningkat.

Hal demikian diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Trie Iriany Lamakampali saat membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait upaya meningkatkan produksi jagung dalam rangka mendorong ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, kata Trie, Sulawesi Tengah mempunyai potensi lahan sawah dan lahan kering cukup tersedia, petaninya juga cukup berpengalaman dalam teknik budidaya jagung.

Selain itu, agroklimat juga mendukung pertanaman jagung di Sulawesi Tengah. Kemudian, posisi geografis (geo-position) Sulawesi Tengah memudahkan akses distribusi dan pemasaran ke konsumen jagung di regional Pulau Sulawesi dan konsumen antar pulau (Kalimantan, Maluku dan Surabaya).

BACA JUGA :  Polisi Limpahkan Tersangka Kasus Korupsi Mantan Bendahara Pemkab ke Kejari Tolitoli

Sejauh ini Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah melakukan kontrol produksi dan pasokan jagung. Mulai dari mengidentifikasi potensi lahan yang sesuai untuk pengembangan jagung, mendorong peningkatan produksi jagung secara kuantitas, kualitas dan kontinyuitas, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan dan industri.

Kemudian, menyusun program peningkatan produksi jagung melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam baru (PATB), melakukan bimbingan penanganan pasca panen, pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan pengembangan jagung hingga peningkatan SDM petugas lapangan.

Meski demikian masih banyak hambatan dalam menjaga pasokan jagung di Sulawesi Tengah, diantaranya usahatani jagung masih dominan ditanam pada lahan kering sehingga jadwal tanam tergantung pada iklim atau curah hujan.

Selain itu, persaingan dengan usaha tani komoditas hortikultura dan perkebunan, pertanaman jagung masih tersebar secara spot-spot dengan luas 0,5-2,5 ha, kemudian kurangnya minat petani untuk menanam jagung komposit, belum lagi harga benih jagung hibrida cukup tinggi sehingga petani mengalami kesulitan dalam membeli benih jagung hibrida.

BACA JUGA :  Eks Wabup Banggai Setor Berkas DPD

Belum ada perusahaan, tambah dia, yang bergerak diperjagungan juga menjadi salah satu hambatan dalam menjaga pasokan jagung di Sulawesi Tengah.

Ditempat yang sama, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional DR Mat Syukur berharap produktifitas jagung di Sulawesi Tengah dapat ditingkatkan.

“Belum lama ini, Kabupaten Tojo Unauna telah berhasil mengeekspor jagung ke Philipina oleh PT Seger Agro Nusantara melalui pelabuhan Mantangisi, saya berharap kabupaten yang lainnya dapat mengikuti keberhasilan Touna,” ujarnya disela-sela FGD upaya meningkatkan produksi jagung di Santika Hotel, Selasa, 28 Agustus 2018.

Melihat keberhasilan Touna, Ia mengajak pemerintah kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah untuk belajar dari pengalaman Kabupaten Touna dalam mengembangkan komoditas jagung.

BACA JUGA :  Crane Proyek RSU Undata Ambruk, Satu Pekerja Tewas

Ia juga berharap semua pihak terkait mulai dari tingkat pusat, tingkat provinsi, kabupaten bahkan petani dapat bekerjasama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas dengan kualitas yang sesuai standar yang telah ditentukan. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Sulteng Target 3,8 Juta Kunjungan Wisatawan

PALU,...

Laka Maut di Tolitoli, Satu Pengendara Tewas di TKP

TOLITOLI,...

Penyandang Cacat Kini Bisa Urus SKCK di Polres Donggala

DONGGALA,...

Close