Sulawesi Tengah

Bertahun-Tahun Mengabdi, Honorer K2 Poso Harap Diangkat PNS

POSO, Kabar Selebes – Para tenaga honorer Kategori dua (K2) yang ada di Kabupaten Poso, Sulteng berharap ada kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Ungkapan kekecewaan K2 Poso itu menanggapi kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPan-RB) atas pengangkatan menjadi PNS yang telah berakhir sejak dua tahun lalu.

Salah satu honorer K2 Poso, Febri mengatakan, ia sangat menyayangkan kebijakan pemerintah pusat yang tidak menyediakan pengangkatan khusus K2 yang sudah bertahun-tahun mengabdi demi negara.

Dirinya pun berharap para K2 punya jalur khusus diangkat menjadi PNS.

“Kami sedih ketika ada kebijakan yang tidak menyediakan pengangkatan khusus untuk K2. Kami berharap ada jalur khusus pengangkatan ” ucapnya kepada media. Minggu 23 September 2018.

Honorer K2 lainya Nikolas Tole menyampaikan, jika sikap pemerintah terhadap tenaga honorer khususnya K2 tidak mmperhitungkan masa pengabdian seorang K2, yang seharusnya menjadi prioritas dalam pengangkatan CPNS.

Sementara banyak honorer K2 yang berijazah sarjana yang menjadi tulang punggung keluarga, namun justru tidak ada pengangkatan dari pemerintah dan nasib K2 hanya menjadi tenaga honorer saja.

BACA JUGA :  Di Tangan Generasi Ketiga, Pendapatan Kopi Bintang Harapan Rp 20 Miliar per Tahun

“Apa mereka lupa roda pemerintahan di negeri ini juga di kerjakan oleh tenaga honorer dengan beban kerja yang kurang lebih sama denga PNS. Ironisnya kerja kami padamu negeri tapi kehidupan kami ngeri,” keluh Nikolas honorer K2 yang hampir 9 tahun mengabdi.

Keluhan honorer K2 Poso lainya menyampaikan, dimana sudah kurang lebih 4 tahun pengangkatan CPNS di moratorium tapi semua berujung dengan kekecewaan bagi para tenaga honorer. Bahkan ada yang telah meninggal dunia tanpa terangkat menjadi CPNS padahal bila dihitung masa kerja telah melebihi 10 tahun.

“Semestinya saat ini pemerintah menghabiskan dulu tenaga honorer K2 secara bertahap setiap tahunnya sampai habis baru membuka tes umum, agar tidak terjadi ketimpangan dan kecemburuan bagi para tenaga honorer,” ungkap para honore K2 Poso.

Sebelumnya kepada media, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Poso ditahun 2018 hanya akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 193 orang.

Jumlah tersebut untuk Kabupaten Poso yang sebelumnya menyediakan kuota penerimaan sebanyak 500 orang, namun berkurang menjadi 193 orang.

BACA JUGA :  Besok, Warga Palu akan Nikmati Gerhana Bulan Super Blue¬† Bloodmoon Selama 2 Jam

Hal itu dilakukan berdasarkan instruksi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPan-RB).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Poso, Yan Edward Guluda mengatakan, jumlah kuota penerimaan PNS sebanyak 193 orang karena disesuaikan dengan menghitung dasar besaran gaji dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Poso.

Dimana Kabupaten Poso sendiri untuk APBD gaji pegawai masih diatas 50 persen, yang seharusnya aturan MenPan-RB harus dibawah 50 persen.

Jumlah penerima PNS Poso sebanyak 193 orang itu disesuaikan dengan jumlah pensiun PNS Poso yang setiap tahun sebanyak 200 orang.

Kata Yan Edward Guluda, K2 dan warga yang ikut seleksi CPNS dengan syarat pendidikan terendah diploma dan umur maksimal 35 tahun ditanggal 30 September 2018.

“Honorer K2 harus ikut umum tidak ada lagi pengangkatan khusus, K2 yang ikut harus pertanggal 30 September umurnya tidak boleh lebih dari 35 tahun,” jelasnya.

Sementara untuk K2 yang memiliki ijazah sarjana guru yang akan ikut seleksi, harus ijazahnya diperoleh tahun 2013 dan tidak boleh diatas tahun tersebut.

Saat ini data dari BKPSDM Poso jumlah K2 yang ada di Poso berjumlah 1900 orang. Wilayah Poso untuk lima tahun kedepan tenaga yang sangat dibutuhkan yakni PNS berprofesi guru.

BACA JUGA :  K2YD, Polsek Basidondo Sita 125 Liter Miras Cap Tikus

Dimana untuk tes PNS yang menjadi penentuan kelulusan akan dinilai bagi peserta tes yang mempunyai kemampuan kompetensi bagus. Hasil nilai ujian tes CPNS saat itu juga langsung bisa dilihat melalui komputer.

Yan Guluda menyampaikan, untuk nasib K2 sebanyak 1900 orang, saat ini Pemda Poso masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar bisa diakomodir nasib mereka.

“Kami masih menunggu PP dari MenPan RB soal nasib K2, mereka itukan seperti pegawai kontrak namun belum ada dikeluarkan dasar itu untuk mengakomidir mereka. Tapi perlu diingat setelah ada mekanisime itu pasti akan ada seleksi umur maupun latar belakang pendidikan,” pungkasnya. (RYN Gode)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Polisi Tangkap Petani Pemilik 15 Paket Sabu

PARIGI...

Gempa 5,1 SR Guncang Kota Palu

PALU,...

Dua Nenek di Tolitoli Ini Terharu Dapat Bantuan Jumat Barokah dari Polisi

TOLITOLI,...

Close