Pemilu 2019

Di Sulteng, Prabowo Target Menang 70%-Jokowi 65%

PALU, Kabar Selebes – Koalisi Indonesia Adil Makmur pasangan Capres Prabowo-Sandiaga Uno menargetkan perolehan 70% suara. Sebaliknya, tim Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pasangan Capres Joko Widodo-Ma’ruf Amin menargetkan kemenangan 65% di Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah HM Nur Dg Rahmatu mengatakan, target 70% suara itu setelah melihat peluang pasangan Prabowo-Sandi dengan visi untuk memperbaiki kondisi perekonomian negara, optimistis.

“Makanya Partai Demokrat sebagai bagian dari koalisi pemenangan Prabowo-Sandi meminta kepada seluruh kader Demokrat di daerah ini untuk bekerja keras agar target itu bisa dicapai,” kata Nur Rahmatu, Kamis di Palu.

Nur Rahmatu yang juga caleg DPRD Sultrng urut 1 daerah pemilihan Parigi Moutong itu meminta kader untuk mengedepankan sosialisasi pasangan Capres Prabowo-Sandi melalui program-program untuk memajukan perekonomian bangsa.

“Makanya kami minta tidak ada lagi informasi-informasi bohong (hoax) yang beredar. Sampaikan hal positif dari capres,” ujar anggota Komisi III DPRD Sulteng itu.

BACA JUGA :  Walikota Palu Warning Soal Pinjam Meminjam Perusahaan

Didampingi Wakil Ketua Umum DPD Partai Demokrat H Hidayat Pakamundi, Nur Rahmatu mengingatkan, jangan sampai karena ajang pemilihan presiden justru timbul perpecahan di masyarakat.

“Kami tidak menginginkan hal itu terjadi. Beda pilihan itu wajar tapi persatuan tetap yang utama,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Daera (TKD) Koalisi Indonedia Kerja (KIK) Provinsi Sulawesi Tengah Ahmad M Ali meyakini pasangan capres Jokowi – Ma’ruf Amin bisa raih 65% suara pada pemilu 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ahmad M Ali saat memimpin rapat perdana TKD KIK yang berlangsung di Rumah Makan Borobudur, Jl. Ir. Haji Juanda, Lolu Utara, Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa malam (25/9).

Kata Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem itu, pertarungan antara pasangan capres Jokowi – Ma’ruf Amin dan pasangan capres Prabowo – Sandi adalah pertarungan daur ulang khususnya di Sulawesi Tengah dengan komposisi koalisi hampir sama dengan pemilu 2014 yang lalu.

BACA JUGA :  2018, Sulteng Target PBBKB Rp195 Miliar

“Hanya ada penambahan sedikit, yakni partai Golkar, PKPI dan PPP yang sebelumnya ada di koalisi sebelah. Terus tambah lagi dengan partai baru yakni PSI dan Perindo,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu menyebut, jika belajar dari pertarungan sebelumnya, hari ini mestinya kerja kita lebih mudah.

“Dulu kita melawan kekuasaan di daerah ini, dimana Jokowi belum punya apa-apa untuk dijual selain janji dan menyebut bahwa Jokowi adalah orang baik dan suka blusukan. Tapi saat ini, kita bisa menjual kerja nyata Jokowi selama menjadi Presiden,” tegasnya.

Intinya kata Ahmad M Ali, bagaimana kita bisa memberi edukasi politik pada masyarakat dengan menjual program-program politik pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

BACA JUGA :  Peningkatan Produksi Jagung Terus Didorong

“Karena selain memenangkan Jokowi, tugas besar kita adalah bagaimana memenangkan demokrasi di Negara ini,” sebutnya.

Ahmad M Ali berharap, dalam kerja-kerja koalisi tidak boleh ada sekat partai lagi, termasuk dalam penggunaan fasilitas yang dimiliki oleh partai masing-masing.

Nasdem sendiri kata Ahmad M Ali, menyiapkan Bus Operasionalnya untuk digunakan Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dalam memenangkan program-program Jokowi – Ma’ruf Amin di Sulawesi Tengah.(ptr/***)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Longki: Pengusaha Muda Jangan Cengeng!

PALU,...

Tampil di IIMF, Culture Project Buktikan Musik Etnik Kaili di Kancah Internasional

PALU,...

Bupati Morowali Nyatakan Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf

PALU,...

Close