Sulawesi Tengah

Tanam Kepala Kerbau dalam Peresmian Tapal Batas Poso-Sigi

SIGI, Kabar Selebes – Tapal batas tentulah menjadi bagian penting dalam sebuah wilayah, karena hal tersebut pastinya akan berpengaruh terhadap pemerintahan di suatu daerah, menyangkut luas wilayah dan jumlah penduduk, termasuk sektor lain, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, politik, dan lainnya.

Sebagai tanda berupa garis pembatas atau pemisah antara unit administratif, atau antara unit regional yang berbeda, baik dari segi fisik maupun budaya dua wilayah yang berbeda, Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi yang berbatasan langsung, telah bersepakat meresmikan tapal batas sebagai pemisah kedua wilayah tersebut.

Acara persemian tersebut berlangsung di Dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, yang dilakukan oleh kedua pimpinan daerah, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dan Bupati Sigi Muhamad Irwan Lapata, bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Ketua DPRD Sulteng H Aminuddin Ponulele, dan Ketua Majelis Adat Hondo Tampo Pekurehua Tawaelia Harry S Kabi pada Rabu 5 September 2018.

Sebelum acara dimulai, Gubernur Sulteng, Bupati Sigi dan Bupati Poso menerima Pengalungan Bunga saat tiba di tempat acara, dan disambut dengan Upacara Adat Pekasiwia, yakni seperangkat sesaji yang dijamukan kepada tamu, sebagai budaya adat masyarakat Tampo Lore yang dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas menjemput tamu yang dituakan, dihargai dan dihormati ketika melaksanakan kunjungan pertama di wilayah Tampo Lore.

BACA JUGA :  Zainal Abidin : Dakwah Penceramah Harus Lawan Isu SARA

Dengan tradisi Pekasiwia tersebut, telah dimaknai terjalinnya hubungan emosional lahir bathin, akrab dan harmonis dengan masyarakat setempat dalam suasana yang nyaman, tenteram, damai dan bahagia.

Dalam acara tersebut hadir pula anggota FKPD Provinsi Sulawesi Tengah, anggota FKPD Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi, Sekdaprov Sulteng, Ketua dan anggota KPU Sulteng, Majelis Adat Tampo Lore, serta masyarakat dari kedua wilayah.

Usai dihadirkan Tarian Dondi dari Desa Kaduaa, peresmian pintu gerbang perbatasan (Gapura) Kabupaten Poso dengan Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah pun dilakukan. Acara itu dirangkaikan dengan Peresmian Poskesdes Dongi Dongi, Sekolah Dasar Negeri Sedoa, SD Negeri 1 Alitupu dan SD GKST Wuasa di Kecamatan Lore Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Poso Kolonel Marinir Purn Darmin Agustinus Sigilipu, berharap pintu gerbang yang dibangun tersebut tidak hanya sekedar menjadi pembatas kedua wilayah secara administrasi, akan tetapi menjadi

symbol kebersamaan dan kerja sama kedua daerah.

“Kita berharap pintu gerbang ini tidak sekedar sebagai pembatas daerah admistrasi semata, yang terkesan mengisolir daerah sekitarnya. Tetapi yang terpenting adalah kiranya mampu menjadi simbol kebersamaan dan kerjasama antar daerah, khususnya desa perbatasan yang telah menjadi tempat bersejarah, menjadi simbol yang menandai berakhirnya polemik tentang tata letak batas kedua daerah yang sesungguhnya,” ujar Bupati Darmin.

BACA JUGA :  Jurnalis Tolitoli Kecam Aksi Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Ketua Aji Palu

Menurutnya, dengan selesai bangunan perbatasan anatar Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi, akan memberikan kepastian hukum antara kedua kabupaten untuk menentukan garis batas pemerintahannya, guna penataan tata ruang dan pembangunan masing-masing sesuai dengan ketentuan dan Perundang-undangan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Longki mengharapkan masyarakat Dongi-dongi ke depan nantinya dapat menikmati hasil pembangunan yang sama dengan warga lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Longki juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso atas kinerja pemerintahan yang dilakukan.

“Olehnya saya mengucapkan terima kasih atas optimalnya kinerja pemerintahan dan pelayanan publik, yang dikerjakan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Poso dalam kaitan menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya bagi warga yang selama ini bermukim di perbatasan atau dipedalaman,” tutur Longki Djanggola.

Usai memberikan sambutan, Gubernur Sulteng, Bupati Poso, Bupati Sigi, Ketua DPRD , Majelis adat dan unsur penting lainnya menuju ke lokasi peresmian, untuk melakukan pengguntingan pita yang dibentangkan di gapura batas, penandatanganan prasasti peresmian, penyerahan dokumen Permendagri RI No. 15 Tahun 2018 tentang Batas Wilayah Kabupaten Poso dengan Kabupaten Sigi oleh Gubernur Sulteng kepada kedua Bupati, dan penyerahan dokumen kependudukan dari Bupati Sigi ke Bupati Poso.

BACA JUGA :  Pasutri di Sigi Tewas Terbawa Banjir

Sebagai wilayah yang kental dengan nuansa adat, prosesi adat juga dilakukan dalam peresmian tapal batas tersebut. Seluruh tamu yang hadir mengikuti pelaksanaan upacara adat Tampo Lore, yakni Pariolo berupa tanda batas dari darah kerbau yang di oleskan di gerbang perbatasan. Kerbau itu disembelih dilokasi kegiatan, dan kepalanya ditanam tepat disamping tapal batas. Bagi orang yang melanggar aturan adat tersebut, juga akan dikenai sanksi adat.

Acara yang berlangsung hingga siang hari itu di akhiri dengan penyerahan bantuan beras sejahtera dari Bupati Poso, kepada sepuluh keluarga penerima manfaat dan penyerahan secara simbolis Kartu Keluarga dan KTP Elektronik kepada lima perwakilan kepala keluarga, dan ditutup dengan doa bersama. (Mitha)

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
8 Kios Ludes Terbakar di Jalan Dewi Sartika Palu

PALU,...

Inspektorat Kota Palu Luncurkan Sistem Cegah Dini Pengelolaan Keuangan Daerah

PALU,...

Lestarikan Alam, Turis Mancanegara Diajak Tanam Pohon Mangrove di Tolitoli

TOLITOLI,...

Close