Nasional

Diperkirakan Sulteng Butuh Huntara untuk 23.413 Keluaraga

Pekerja menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban gempa bumi dan likuifaksi di Desa Lolu, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/10/2018). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pras)

JAKARTA, KabarSelebes.id – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengemukakan, bahwa Sulawesi Tengah diperkirakan membutuhkan hunian sementara bagi 23.413 keluarga yang terdampak bencana.

“Angka itu hanya perkiraan masih perlu verifikasi. Hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa jumlah hunian sementara yang diperlukan,” katanya dalam jumpa pers di Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Graha BNPB, Jakarta,Jumat (26/10/2018).

Dilansir dari laman rri.co.id pada Sabtu, 27/10/2018, Sutopo mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun 1.200 barak yang masing-masing bisa menampung 12 kepala keluarga sehingga akan dapat menampung 14.400 keluarga. Kekurangan hunian sementara untuk 9.013 kepala keluarga akan dibangun dengan bantuan masyarakat dan sektor swasta.

BACA JUGA :  Kominfo Sebut Enam Radio di Palu Belum Kantongi Ijin

Saat ini, yang sudah merencanakan dan sedang membangun hunian sementara untuk warga terdampak bencana di Sulawesi Tengah meliputi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Amil Zakat Nasional Tanggap Bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Sinergi BUMN (BNI, BTN, Telkom, Wijaya Karya dan Waskita Karya).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah selesai membangun 100 unit hunian sementara untuk 100 keluarga dan Badan Amil Zakat Nasional Tanggap Bencana sudah membangun 200 unit dari 2.000 unit yang direncanakan.

PMI akan mendirikan 10 kamp terpadu untuk 1.739 keluarga dengan rincian lima kamp untuk 1.135 keluarga di Palu, empat kamp untuk 400 keluarga di Donggala dan satu kamp untuk 204 keluarga) di Sigi. Sementara Sinergi BUMN akan membangun 1.500 unit hunian sementara.

BACA JUGA :  Ikut Kampanye di Vegata, Cudi Dapat Teguran Keras dari NasDem

“Kami mengimbau dunia usaha, perbankan dan lain-lain bisa membantu pembangunan hunian sementara. Masyarakat kemungkinan akan tinggal di hunian sementara selama dua tahun sebelum mendapat hunian tetap,” jelasnya.

Sumber : rri.ci.id

Silakan komentar Anda Disini....

Most Popular

To Top
%d blogger menyukai ini:
Read previous post:
Huntara Korban Gempa Sulteng Digunakan Mulai Desember 2018

JAKARTA,...

Sulteng Masuki Masa Transisi Darurat

PALU,...

Ribuan Umat Islam Poso Mengutuk Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid

POSO,...

Close