Gubernur Minta Penyelidikan Mendalam Terbakarnya KM Fungka Permata V

oleh -20 views

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola Msi menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi terbakarnya Kapal Motor Fungka Permata V, di perairan Banggai Laut. Gubernur juga meminta aparat teknis terkait segera melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab terbakarnya kapal yang menewaskan 12 orang penumpang tersebut.

Pernyataan Gubernur itu disampaikan melalui Kepala Biro Humas Protokol Setdaprov Sulawesi Tengah, Drs Moh Haris Kariming, Minggu (16/9).

‘’Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta pribadi Gubernur turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Semoga keluarga korban yang ditinggal diberi ketabahan menerima musibah ini,’’ ungkap Haris.

Gubernur juga, kata Haris telah memerintahkan Bupati Banggai Laut untuk segera berkoordinasi dengan aparat terkait dalam rangka evakuasi terhadap korban Kapal Permata V. Terhadap penyebab kebakaran tersebut, Gubernur meminta aparat teknis yang berwenang segera melakukan penyelidikan penyebab kebaran.

‘’Untuk kepastian penyebab terjadinya tragedi itu, Gubernur meminta aparat teknis yang berwenang segera melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi penyebab kebaran,’’ terangnya.

Yang tak kalah penting, menurut Haris Kariming, Gubernur mengimbau kepada aparat syahbandar untuk selalu menjaga dan memperhatikan kelayakan kapal dalam melaut pada setiap pemberangkatan di wiayah perairan Banggai Laut. Demikian dengan penumpang kapal harus sesuai dengan kapastias kapal.

‘’Jangan sampai ada penumpang gelap yang menyebabkan over kapasitas yang dapat membahayakan pelayaran,’’ tutup Karo Humas menyampaikan imbauan Gubernur.

BACA JUGA :  NTFP-EP Dorong Sektor Bisnis Mengedepankan HAM di Das Lariang

Korsleting Listrik di Kamar Mesin

Badan SAR Nasional Palu merilis dugaan KM Fungka Permata V terbakar lalu tenggelam di Perairan Pulau Togong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Jumat (14/9).

Kepala Basarnas Palu, Basrano mengatakan, berdasarkan informasi dari salah satu anak buah kapal (ABK), kebakaran berawal dari korsleting listrik di kamar mesin akibat percikan api pada kepala aki. Sehingga menyebabkan kebakaran di kamar mesin. Selain itu, ada juga informasi bahwa pendingin mesin tidak optimal sehingga mesin menjadi panas.

Untuk operasi pencarian, Basrano menyebutkan sesuai ketentuan dilakukan tujuh hari. Tetapi bisa saja lebih cepat bila korban hilang berhasil ditemukan. “Bisa juga melebihi bila ada perkembangan dalam proses pencarian,” ujar Basrano.

Basrano menyatakan korban meninggal dunia sudah dipastikan sebanyak 12 orang dan sudah dievakuasi.

“Iya, perlu kami klarifikasi karena adanya perbedaan data dari yang sebelumnya. Sedangkan korban yang masih dicari sebanyak delapan orang,” kata Basrano.

Untuk perbedaan jumlah penumpang yang sudah dievakuasi dengan manifes, Basrano menyatakan pihaknya hanya melakukan evakuasi dan pencarian.

Soal itu, kata Basrano kewenangan dari syahbandar.

“Kami hanya mendata jumlah korban berdasarkan yang berhasil dievakuasi dan masih dicari,” ujar Basrano. (***/ptr)

Evakuasi korban KM Fungka Permata V. Dok Humas Basarnas Kendari

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 64 times, 1 visits today)