Dinkes Palu : Tahun 2019 Empat Orang Meninggal Dunia Akibat DBD

oleh -34 views
Seorang ibu menjaga anaknya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat RSUD SK Lerik di Kota Kupang NTT Kamis, (24/1/19). Pemerintah Kota Kupang menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kota Kupang menyusul sampai dengan Kamis (24/1) jumlah penderita DBD di kota itu mencapai 127 kasus. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/aww.

PALU, Kabar Selebes – Dinas Kesehatan Kota Palu menyatakan tengah menangani serius kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah ini.

Dari data yang diperoleh di seluruh puskesmas yang ada di Kota Palu selama kurun waktu januari hingga februari tahun 2019, tercatat jumlah penderita DBD sebanyak 100 orang. Empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara pada tahun 2018 kemarin, penderita DBD di Kota Palu berjumlah 398 orang, dua diantaranyta dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema mengatakan korban yang meninggal dunia akibat DBD itu sebagian besar mereka yang terlambat mengetahui gejala- gejala DBD, sehingga terlambat untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia mengakui saat ini pengetahuan masyarakat terkait penyakit mematikan itu masih minim. Padahal pihaknya telah menginstruksiakan pusekesmas yang ada di Kota Palu untuk terus melakukan sosialisasi terkait penularan, dan gejala dari penyakit mematikan tersebut.

“Memang hari pertama hari kedua itu biasa panasnya sangat tinggi. lalu tiba tiba panas turun, itu bukan berati proses penyembuhan, malah sudah menuju ke syok, disitulah kadang menipu, sehingga masyarakat tidak tau, dan tidak segera memeriksakan kondisinya di tempat pelayanan kesehatan,” ujar dr Husaema Senin 18 Februari 2019 seperti dilansir SuluhMerdeka.com.

Untuk menekan tingginya angka penderita DBD di Kota Palu, pihak dinkes akan kembali menyurati puskesmas yang ada di Kota Palu, untuk turun ke setiap kelurahan dan melakukan sosialasi bahaya DBD, baik secara lisan, maupun tertulis.

“Memang ini sudah menjadi program rutin bagi puskesmas dan dinas kesehatan kota palu untuk memberi penyuluhan kepada masyarakat terkait DBD. Kita selalu ingatkan juga walaupun bukan musim hujan, masyarakat harus selalu waspada, sehingga penanganan dini bisa dilakukan,” tambah dr Husaema.

Sebelumnya Dinkes Kota Palu juga telah melakukan penyomportan voging di setiap wilayah yang dianggap rentan terjangkit DBD.(Riski Budiman)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 275 times, 1 visits today)