Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Ayah Kandung di Poso

oleh -17 views

POSO, Kabar Selebes – Kepolisian di Kabupaten Poso, Sulteng saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pencabulan yang diduga dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya yang terjadi di wilayah Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir baru-baru ini.

Dimana kasus tersebut kini menjadi viral di media sosial Facebook maupun menjadi perbincangan dikalangan masyarakat Poso, karena dianggap seorang ayah tega mencabuli anaknya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Poso, AKP Evry Susanto dikonfirmasi mengaku, jika pihaknya kini masih menyelidiki laporan dugaan pencabulan tersebut.

Kata Evry, laporan pencabulan yang diduga dilakukan oleh ayahnya kepada anak perempuanya itu berawal dari laporan yang masuk pada tanggal 29 Januari 2019.

“Iya betul ada laporan dugan pencabulan terhadap anaknya sendiri. Laporan itu masuk tanggal 29 Januari 2019 kemarin,” ungkapnya. Rabu 6 Februari 2019.

Kasat Evry menyampaikan, atas laporan itu pihak Satuan Reskrim Polres Poso telah melaksanakan Berita Acara Wawancara (BAW) kepada korban NF (5), tante korban, tetangga korban, saksi dan terlapor sang ayah HS (54) yang diduga sebagai pelaku pencabulan.

“Masalah itu kami sudah melaksanakan BAW dari pelapor, terlapor dan saksi lainya,” ujarnya.

Terkait masalah itu Reskrim Polres Poso juga telah melakukan gelar perkara yang saat itu dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Evry yang dihadiri Kanit Reskrim, KBO Reskrim hingga penyidik Reskrim Polres Poso.

Sementara langkah-langkah yang sudah dilakukan atas laporan tersebut pihak Satuan Reskrim Polres Poso juga telah memeriksa kembali korban yang didampingi pihak Pos Pelayanan Informasi Pengaduan Masyarakat (P2IPM) Poso dan mengambil keterangan dokter yang mengeluarkan visum.

BACA JUGA :  Antisipasi Bom Ikan, Satuan Polisi Air Donggala Giatkan Patroli Perairan

Evry menambahkan, bahwa masalah yang dilaporkan itu kini belum memiliki cukup bukti yang kuat dan tengah masih dalam penyelidikan.

Koordinator (P2IPM) Poso Evi Tampakatu dikonfirmasi menyampaikan, bahwa pihaknya dari awal laporan hingga kini masih melakukan pendampingan terhadap korban yang diduga dicabuli.

Namun kata Evi Tampakatu, saat korban NF (5) di BAW di Polres Poso korban menyampaikan keterangan yang berbeda dari pelapor.

“Saat saya mendampingi BAW, anak yang diduga korban itu menyampaikan keterangan yang berbeda dari keterangan awal. Waktu habis dilaporkan pertama dia bilang ayahnya sendiri pelakunya, setelah dilakukan BAW kembali anak itu bilang bukan ayahnya yang melakukan tapi tantenya yang suruh,” kata Evi Tampakatu kepada waratwan.

Evi Tampakatu menyebut, laporan di Polres Poso yang kini menjadi viral tersebut bahwa masalah itu saat ini masih laporan yang bersifat simpang siur.

Bahkan ungkap Evi Tampakatu, dari hasil rekam medik sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso menunjukan bahwa NF yang diduga dicabuli tidak ada tanda-tanda kekerasan dan kondisi anak dalam keadaan baik-baik.

“Masalah itu akan dilakukan pemanggilan ulang baik tantenya maupun dokter. Dan belum ada bukti kalau pelakunya adalah ayahnya sendiri,” jelas Koordinator P2IPM Poso. (RYN. Gode)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 658 times, 1 visits today)