BNNK Poso Gelar Workhsop Pencegahan Bagi Penggiat Narkoba

oleh -4 views

POSO, Kabar Selebes- Pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso, Sulteng menggelar workhsop pengembangan kapasitas program pemberdayaan masyarakat Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Workhsop digelar di hotel Otanaha Poso menghadirkan peserta para penggiat anti narkoba yang dibentuk oleh BNNK Poso. Kamis 11 Juli 2019.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai pemateri dr.Afriyanti Racmatullah dari RSUD Poso, Neni H Ruutana selaku public speaking dan Abdu Umar dari Dinkes Poso.

Saat membuka acara workhsop, Kepala BNNK Poso, AKBP Saidi menyampaikan, untuk para penggiat anti narkoba agar bisa memantau peredaran gelap narkotika dilingkungan sekitar dan memberikan sosialisasi tentang narkotika ke masyarakat, sehingga dilingkungan masyarakat bisa bersih dari bahaya narkotika.

“Peredaran narkoba sekarang ini semakin kompleks, sehingga bagaimana caranya kita semua bisa mengantisipasinya. Tentunya kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan dan mengetahui tentang narkoba, kami sangat mengharapkan untuk selalu bekerja sama dengan BNN,” ucap AKBP Saidi.

Dalam materinya Dr.Afriyanti Racmatullah membahas tentang pentingnya rehabilitasi, dimana rehabilitasi narkoba adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk memulihkan atau mengembangkan kemampuan fisik, mental dan sosial penderita, agar sembuh dari kecandauan narkoba.

BACA JUGA :  Korban Banjir BolaPapu Mengungsi di Tiga Titik

Kata Rachmatullah tujuan rehabilitasi untuk menekan jumlah penyalahgunaan narkoba, memulihkan penggunaan narkoba dari ketergantungan,menyelamatkan generasi baru.

Menurutnya ada beberapa bentuk rehabilitas, seperti rehabilitasi medis suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika.

Selain itu adanya rehabilitasi sosial suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu baik secara fisik, mental maupun sosial agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.

Materi lainnya Public Speaking oleh Neni H Ruutana mengatakan, bahwa penggiat anti narkoba harus bisa memiliki ilmu cara bagaimana berbicara di tempat umum, sehingga penggiat anti narkoba bisa percaya diri mampu untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba di masyarakat.

Neni menambahkan, public speaking sebuah cara dan seni berbicara didepan umum menyampaikan ide secara sistematis menguasai massa dan orang lain.
.
Dalam workhsop ini, para penggiat anti narkoba kemudian juga dilakukan tes urine oleh BNNK Poso dan diberikan sertifikat penghargaan. (RYN.Gode)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 45 times, 1 visits today)