Cemburu Buta, Seorang Suami di Banggai Tega Tebas Isterinya Hingga Tewas

oleh -6 views

LUWUK, Kabar Selebes – Seorang suami tega menghabisi nyawa istrinya sendiri di Desa Poroan, Kecamatan Lamala Jumat malam, (20/9/2019). Abd Dawanggu (39) diduga tega menghabisi nyawa istrinya sendiri Yunita, karena cemburu kepada istrinya yang dituding punya pria idaman lain.

Pada malam kejadian, sekira pukul 21.30 WITA, pelaku mencari istrinya mengunakan sepeda motor milik tetangga dan bertemu istrinya di rumah keluarganya tepat di bagian dapur bersama seorang pria. Saat itu lalu terjadi pertengkaran hebat antara keduanya. Sang suami gelap mata dan menebas korban berulang kali sampai tewas.

Erni, salah seorang keluarga korban yang menjadi saksi menceritakan kronologi kejadian.

Ia menuturkan, keributan sering terjadi antara pelaku dan korban yang berujung penganiayaan sudah sering terjadi. Perilaku pelaku sering mabuk-mabukan sehingga kadang mengancam istrinya dengan sebilah parang dan akan membunuhnya.

Malam peristiwa naas itu terjadi, Rabu (18/9/2019) waktu itu sore pukul 16:00 Wita, seorang saudarinya bernama YN dan DN datang menjemput Yunita di rumah saudaranya di Luwuk tempat kos-kosan sekitar Desa Unjulan Kelurahan Kilongan.

“Tujuan kami akan menjemput Yunita untuk diantar pulang, karena diancam oleh suaminya. Jika Yunita tidak pulang ke rumah, dia akan mengamuk di rumah saudaranya di Kilongan, karena YN dan DN menjemput agar suaminya tidak baribut di rumah Luwuk,” tutur Erni dengan bibir bergetar karena masih ketakutan.

BACA JUGA :  Dinas PMPTSP Morowali Lakukan Sidak, Asma: Tak Boleh Mendirikan Bangunan Tanpa IMB

Pelaku Abd Dawanggu memang dikenal berperangai buruk dimana setiap ada pesta di sekitar desa tempat tinggalnya dia sering ribut dengan pengunjung dari desa tetangga.

Kebiasaan mabuk jualaha Abd Dawanggu menjadi pemicu keributan rumah tangga mereka. Keributan rumah tangga juga muncul akibat cemburu yang berlebihan kepada Yunita istrinya sendiri.

Padahal Yunita dikenal warga sekitar adalah perempuan penyayang keluarga dan solehah dengan pakaian tertutup, namun itu tidak menjadi ukuran bagi suaminya dan tetap saja selalu mengambil parang untuk melampiaskan kemarahannya ketika mabuk.

Buntut dari keributan dan perlakuan Abd Dawanggu, membuat Yunita kabur dari rumah dan meninggalkan empat orang anak.

Keributan dan ancaman akan dibunuh suaminya dapat diredam jika Yunita telah pergi dari rumah. Dan akur kembali jika pihak keluarga Yunita memintanya untuk kembali dan memaafkan perbuatan suaminya.

Kapolres Banggai AKBP H. Moch Sholeh yang dikonfirmasi media ini mengatakan, bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku di Mapolsek Lamala, kemudian tim Jatanras Maleo Polres Banggai mengamankan barang bukti dan tersangka di bawah ke Mapolres Banggai untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan Polres Banggai. (Emay)

Silakan komentar Anda Disini....


(Visited 157 times, 1 visits today)