Badan Geologi Luncurkan Atlas Peta Zona Kerentanan Likuefaksi

oleh -15 views

PALU, Kabar Selebes – Badan Geologi yang berada di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), secara resmi menerbitkan atlas peta zona kerentanan likuefaksi untuk seluruh wilayah Indonesia. Launching atlas tersebut berlangsung di Palu, Rabu (9/10/2019).

Penyusunan peta kerawanan likuefaksi itu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai daerah-daerah yang memiliki kerentanan terhadap likuefaksi di Indonesia.

Peluncuran atlas peta kerawanan likuefaksi oleh Badan Geologi, Kementerian ESDM ini adalah upaya mitigasi di masa mendatang dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana serupa.

Badan Geologi berharap upaya-upaya mitigasi bencana dapat ditingkatkan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa mendatang, melalui peta kerentanan likuefaksi yang dimaksud.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar, ancaman bencana di wilayah Indonesia tidak terlepas dari kondisi regional wilayahnya, yang berada di atas daerah pertemuan lempeng-lempeng besar dunia yang menjadi sumber guncangan gempa, akibat aktivitas tumbukan antar lempeng.

“Potensi ancaman gempabumi sepanjang masa bagi bangsa Indonesia, akan terjadi akibat pertemuaan tiga lempeng bumi besar yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Selain ancaman gempabumi, bahaya ikutannya seperti likuefaksi turut pula mendatangkan ancaman tersendiri, bagi keselamatan jiwa masyarakat maupun keamanan infrastruktur,” urai Rudy Suhendar.

BACA JUGA :  Ribuan Umat Islam Poso Hadiri Road Show Dakwah SKPI Sulteng

Menurut Rudy, likuefaksi sebagai bahaya ikutan pasca gempabumi merupakan proses peluluhan massa tanah akibat guncangan gempa, yang menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya dan berperilaku serupa fluida, cair. Peluluhan atau mencairnya massa tanah dapat mengakibatkan kerusakan bangunan yang berada di atasnya, seperti bangunan miring, kerusakan pondasi, timbulnya retakan-retakan tanah, hingga amblasnya bangunan.

Peluluhan tanah yang terjadi di Palu setahun yang lalu kata Rudy, turut memicu pergerakan dan deformasi tanah permukaan yang mengakibatkan perpindahan tanah permukaan yang merusak bangunan-bangunan di permukaan dan pada akhirnya menimbulkan banyak korban jiwa.

Dalam peluncuran atlas zona kerentanan likuefaksi Indonesia, Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate menjadi orang pertama, yang mewakili Sulawesi Tengah menerima atlas, yang diberikan langsung Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar.

Hadir dalam peluncuran atlas peta zona likuefaksi Indonesia itu Sekdaprov Sulteng Mohammad Hidayat, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Pedesaan Kementerian Bappenas, Velix Vernando Wanggai serta Direktur Penataan Kawasan Sufrijadi Kementerian ATR.(IFAL)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 75 times, 1 visits today)