Pesepakbola Jepang Hibur Anak Penyintas Korban Bencana di Donggala

oleh -2 views

DONGGALA, Kabar Selebes – Klub sepakbola Jepang, Shonan Bellmare mendatangkan dua orang pemainnya yakni Go Shibuya dan Ryo Kusakabe untuk menghibur anak-anak penyintas korban bencana pada 28 September 2018 lalu di Desa Sumari Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala Kamis (10/10/2019) sore.

Kedua pamain tersebut menghibur anak-anak penyintas bersama masyarakat untuk bermain bola dikemas dalam pertandingan eksebisi atau uji coba.

Pertandingan persahabatan itu menampilkan laga antara dua orang perwakilan klub bola Shonan Bellmare asal Kanagawa Jepang, dengan klub sepak bola mini Desa Sumari.

Pertandingan berlangsung 2 babak dengan durasi cukup lama. Skil demi skil diperlihat perwakilan klub bola liga utama Jepang tersebut. Sorak sorai penyintas dan warga lainnya, menambah semangat para pemain.

Bahkan beberapa kali, perwakilan klub Shonan Bellmare itu mencetak gol. Ratusan warga Desa Sumari beramai-ramai menyaksikan pertandingan tersebut.

Sampai dengan akhir pertandingan, tim perwakilan klub Shonan Bellmare berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 7-4.

“Salah satu tugas manajemen mereka yaitu peduli terhadap korban bencana, itu yang membuat kami datang ke Sulteng ini,” kata Ryo Kusakabe, melalui penerjemah saat dihubungi, Jumat (11/10/2019) sore.

Perwakilan Shonan Bellmare yang bekerja sama dengan Peace Winds Japan (PWJ) untuk memberikan hiburan terhadap penyintas di Donggala itu.

BACA JUGA :  Maret, 300-an Insinyur Rakerwil dan Bahas Regulasi Keinsinyuran di Palu

Mereka juga membagikan jersey klub Shonan Bellmare dan alat tulis.

Selain itu, mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) di bidang kemanusiaan itu juga sedikit memberikan latihan sepak bola terhadap anak-anak penyintas di Desa Sumari Donggala tersebut.

Tercatat, ada sebanyak 96 kepala keluarga yang menempati bilik hunian sementara yang diberi nama Integrated Community Shelter (ICS) tersebut.

ICS dibangun oleh ACT atas kerja sama dengan pihak Jepang tersebut.

Para pengungsi itu merupakan korban gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah menjelaskan, setelah beberapa bulan ICS itu dibangun, ternyata sampe saat ini dengan jumlah shelter 96 masih terisi penuh.

“Kemudian fasilitas yang kami bangun bersama dengan mitra juga masih dirawat dengan baik, bersih,” kata Nurmarjani, Jumat sore.

Selain memberikan fasilitas, kata Nurmarjani, program ACT memberikan bantuan bantuan logistik pangan dan pelayanan kesehatan.

Selain itu, juga dibangun sarana air bersih yang dimanfaatkan pengungsi dan warga sekitar.

“Ke depannya mungkin akan diberikan juga pemberian ekonomi untuk meningkatkan dan mengembalikan kondisi perekonomian,”terangnya.(ifal)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 33 times, 1 visits today)