Dukung Rencana Penundaan Pilkada, Wiwik: Tidak Pantas Kita Berpesta Saat Dilanda Bencana

oleh -189 views
Wiwik Jumatul Rofi’ah

PALU, Kabar Selebes – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mendukung sepenuhnya rencana penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang rencananya akan digelar September 2020 mendatang, akibat wabah Covid-19.

Dukungan itu diberikan sebagai bentuk empati terhadap pandemi mewabahnya Covid-19, sehingga pemerintah, termasuk di Sulawesi Tengah, sebaiknya lebih fokus dalam penanganan corona.

“Rasa-rasanya tidak pantas kita berpesta, saat dilanda bencana. Lebih baik jika kemudian anggaran yang dialokasikan untuk Pilkada itu, dialihkan untuk penanganan Corona. Saat ini saja, kita banyak mendengar keluhan dari paramedis soal kekurang APD dan fasilitas lainnya,”kata Ketua Fraksi PKS Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah dalam keterangan persnya, setelah melakukan rapat singkat bersama anggota Fraksi  dan konsultasi dengan Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin SST, melalui pertemuan daring, Selasa (31/03/2020).

Jika penundaan itu benar terjadi, maka Wiwik menyerahkan sepenuhnya penetapan kembali pelaksanaan Pilkada kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang tentunya lebih paham terkait hal-hal teknis. Namun demikian kata Wiwik, KPU juga harus banyak mendengar masukan dari berbagai pihak. Yang tidak kalah pentingnya, pertimbangan dan masukan dari kalangan medis, terkait perkembangan wabah Corona.

BACA JUGA :  13 DPC Hanura Se-Sulteng Dorong Hadianto Menjadi Calon Walikota

“Sehingga penentuan waktunya lebih pas dan insya Allah tidak ada lagi penundaan,”katanya lagi.

Ia juga menyarankan agar anggaran miliaran yang telah dialokasikan untuk KPU, Bawaslu dan pengamanan Pilkada dialihkan untuk penanganan Corona, meski sudah melalui proses pembahasan di DPRD dan telah ditetapkan menjadi Perda APBD 2020.

“Soal mekanismenya bagaimana untuk melakukan perubahan Perda, bisa kita diskusikan bersama. Undang-undang saja bisa diamandemen. Insya Allah kalau ini untuk kebaikan, saya kira semua pihak akan mendukung,”kata Wiwik yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulteng.

Meski penundaan itu akan memberi dampak dan mengubah skenario yang telah disusun oleh semua pihak. Tetapi kondisi saat ini, diakuinya memang memaksa semua pihak untuk menyusun semua rencana kegiatannya. Perubahan-perubahan itu, antara lain perubahan data pemilih, atau mungkin saja mengubah jumlah peserta Pilkada yang akan ikut bertarung. Termasuk Parpol kata Wiwik, juga akan terkena imbasnya. Namun semua itu harus dilakukan, dalam rangka saling mendukung dan saling menguatkan, dalam menghadapi wabah Corona saat ini.

“Saya yakin dan percaya, KPU yang di dalamnya orang-orang hebat, bisa melakukan langkah-langkah taktis dan segera membuat skenario baru, termasuk menentukan waktu penundaan. Apakah hanya sampai Maret atau April, atau ditunda sampai setahun, hingga September 2021,”pungkas Wiwik.(rls/sob)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 177 times, 1 visits today)