Kerjasama dengan Kwarcab Palu, Alumni SMKN 5 akan Bagikan 1.000 Masker Gratis

oleh -56 views
Alumni SMKN 5 Palu saat memproduksi masker, sebagai salah satu upaya membantu pemerintah dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19, Selasa (31/03/2020).

PALU, Kabar Selebes – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Palu bekerjasama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Palu akan membagikan 1000 masker gratis kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya untuk membantu pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Mengusung hastag gerakan 1000 masker lawan Covid-19, masker tersebut diproduksi secara mandiri di Block A1 Nomor 18, Kompleks Perumahan Dosen Untad, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dari alumi kepada pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona di daerah kita,” ungkap Ketua Panitia Reuni Akbar SMKN 5 Palu, Moh. Yamin, Selasa (31/03/2020).

Proses produksi sendiri terlaksana menggunakan dana partisipasi alumni yang turut didukung oleh tim gerakan Pramuka peduli pencegahan Covid-19 dipimpin langsung oleh H Nanang.

“Alhamdulillah, sejalan dengan proses ini, kami telah mendapat dukungan dari Kwarcab Kota Palu berupa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan masker,” jelasnya.

Masker yang dibuat rencananya akan didistribusikan dua pekan kedepan, kepada tenaga medis di rumah sakit, para relawan, petugas bandara dan masyarakat yang memiliki resiko terpapar.

Kegiatan ini bermula ketika para alumni yang tergerak untuk mengalihkan kegiatan reuni pada 1 Juli menjadi aksi sosial, agar dapat berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 yang kian cepat di Kota Palu.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Putuskan Langkah-Langkah Pencegahan Covid-19, Gencarkan Sosialisasi

Untuk itu Alumni SKMN 5 Palu menggunakan mesin jahit seadanya yang dimiliki, dengan memanfaatkan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) para alumni yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang jahit.

“Saat Kota Palu ditetapkan sebagai daerah darurat penyebaran Covid-19, pemerintah berupaya memutus rantai penyebaran dengan memberlakukan Work From Home (WRH) atau mengimbau masyarakat di rumah saja. Dari pada di rumah tidak ada aktivitas yang berarti, maka itulah yang kami manfaatkan untuk mengajak rekan-rekan alumni yang ahli dibidang menjahit, dan Alhamdulillah, mereka siap secara sukarela mengisi waktu mereka dengan gerakan kemanusiaan ini,” jelasnya.

Dijelaskan, hastag 1000 masker untuk melawa. Penyebaran Covid-19, bukan berarti mereka hanya akan mencetak dengan jumlah tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan produksi pelindung pernapasan itu jumlahnya akan melebihi yang ditargetkan.

“Meski sudah mencapai pihak yang mau mendukung kelanjutannya, kami akan terus lakukan demi untuk masyarakat,” tandasnya.(abd/sob)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 56 times, 1 visits today)