KKJST Bangun Wisata Rohani di Palu

Landscape Kota Palu (Dok Muhammadiyah Palu)
Landscape Kota Palu
Landscape Kota Palu (Dok Muhammadiyah Palu)

PALU, Kabar Selebes – Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah (KKJST) membangun taman wisata rohani terletak di sekitaran kaki pegunungan Bulu Masomba Kelurahan Kawatuna, Kota Palu, Sabtu (27/1/2018).

Taman wisata rohani itu diberi nama Pesarean Giri Sebo atau tempat pemakaman untuk masyarakat yang diinisiasi oleh kerukunan keluarga Jawa di Sulteng, bertajuk wisata rohani.

“Pemakaman ini akan dibuat untuk tidak menjadi tempat yang seram,” kata Ketua KKJST, Hindiro Surahmat saat menyampaikan sambutan pada peresmian pemakaman tersebut bertajuk wisata rohani, di Kawatuna, Sabtu seperti dikabarkan Beritasatu.com yang dilansir dari Antara.

BACA JUGA :  Warga Jalan Anoa II Gugat Pemkot Palu Terkait Pelebaran Jalan untuk Pembangunan Jembatan V

Kata Hindro, wisata rohani ini dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 1,1 hektare. Karena itu, KKJST masih membutuhkan lahan kurang lebih 8.000 meter untuk penambahan luasan lahan pemakaman tersebut.

Dengan luasan itu, penataan dan pengembangan wisata rohani bertajuk wisata lebih maksimal.

Pembangunan pemakaman bertajuk wisata itu merupakan wujud kepedulian sosial serta partisipasi dalam penataan kawasan untuk menunjang pembangunan Kota Palu.

Hal itu untuk membantu masyarakat yang sedang berduka, untuk diringankan segala bebannya.

“Ini merupakan aksi atau kepedulian sosial. Karena itu siapapun yang menggunkan lahan untuk kepentingan pemakaman maka tidak di pungut biaya,” urainya.

BACA JUGA :  Inilah Perbedaan Tsunami Palu dan Selat Sunda Versi BMKG

Pihaknya menyediakan berbagai sarana pendukung pada lokasi pemakaman wisata rohani itu, agar sejalan dengan konsep wisata sehingga tidak menjadi seram.

“Tempat wisata rohani atau pemakaman ini dalam desainnya terdapat masjid, gazebo. Juga didukung dengan konsep ekologis,” ujarnya.

Saat ini, sebut dia, pihaknya mulai melakukan penataan terhadap kawasan wisata rohani itu di tandai dengan penanaman pohon sebagai bentuk upaya peningkatan fungsi ekologis.

“Penanaman pohon untuk penghijauan sebanyak 250 pohon yang telah disediakan,” sebutnya.(*/ABD)

BACA JUGA :  Pasca Gempa 7,4 SR, Poros Palu-Kulawi Masih Buka Tutup
Silakan komentar Anda Disini….