Tutup
Sulawesi Tengah

Masykur Desak Gubernur Bangun Skema Peningkatan Infrastruktur Daerah Pinggiran Sulteng

310
×

Masykur Desak Gubernur Bangun Skema Peningkatan Infrastruktur Daerah Pinggiran Sulteng

Sebarkan artikel ini
Salah satu akses jalan di Kabupaten Sigi yang dilalui oleh kendaraan milik anggota polisi yang mengantar jenazah.(Foto:ist)
jalan rusak sigi-1
Salah satu akses jalan di Kabupaten Sigi yang dilalui oleh kendaraan milik anggota polisi yang mengantar jenazah.(Foto:ist)

PALU, Kabar Selebes -Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng Muhammad Masykur memuji tindakan quick respons aparat Kepolisian Kabupaten Sigi yang sigap dalam membantu warga dengan mengantar jenazah dengan sepeda motor dari Desa Dombu menuju Wawujai Kecamatan Marawola Barat, (4/3/2018).

“Hormat dan salut kita yg sebesar besarnya atas pengorbanan aparat kepolisian Kab. Sigi yg tanpa pamrih melaksanakan tugas mulia ini,” kata Masykur.

Advertisment
Scroll hingga akhir

Masykur mengajak publik meneladani budaya gotong royong semacam ini. Sembari kata dia, terus berupaya meningkatkan infrastruktur daerah pinggiran Sulawesi Tengah.

BACA JUGA :  Waspada! Kebakaran Hutan dan Lahan di Banggai Sudah Sampai di Pagimana

“Kita berharap dari sini bisa membuka mata kita semua bil khusus pemerintah, baik kab, provinsi dan pusat bahwa akses infrastruktur terutama jalan di wilayah ini harus mendapat perhatian khusus,”pungkasnya.

Dalam rangka genjotan percepatan peningkatan infrastruktur kata Masykur, hal ini perlu para pihak duduk bersama. Sebab kejadian serupa kerap terjadi di wilayah pinggiran di wilayah Sulteng, seperti Banggai, Morowali Utara, Donggala, Sigi dan lainnya.

“Dari sisi normatif memang ini menjadi domain kewenangan pemerintah kabupaten. Tetapi jika sepenuhnya pemkab dibiarkan sendiri memikirkan solusi atas masalah ini tentunya juga tidak bisa sepenuhnya dijangkau oleh ketersediaan kemampuan keuangan ditengah aneka masalah juga butuh perhatian yg sama,” terang Masykur.

BACA JUGA :  Inilah "Nikmat" Hidup di Negeri Rawan Bencana

Namun pun demikian kata dia, bukan berarti ruang masuk  pemerintah provinsi dan pusat tidak ada.

“Saya yakin ruang itu tetap terbuka sepanjang  pimpinan daerah dapat dengan bijak mendudukkan hal ini atas nama kepentingan seluruh warga demi terpenuhinya hak hak dasar warga negara guna melakukan terobosan politik anggaran, khususnya pada wilayah wilayah yang masih sulit diakses, termasuk di Kec. Marawola Barat,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Prof. Saggaf Dilantik Jadi Rektor IAIN Palu

Masykur mendesak agar ada terobosan politik anggaran dalam bentuk pembagian peran masing-masing dimana porsi Pemkab, Pemprov dan Pusat. Jika tidak katanya, masalah ini sulit untuk bisa dituntaskan karena dibutuhkan ketercukupan anggaran.

Ketua Fraksi NasDem ini berharap, pembangunan infrastruktur daerah pinggiran bisa diinisiasi awal dari pemerintah provinsi untuk mengundang pemkab dalam rangka percepatan penuntasan peningkatan infrastruktur wilayah pinggiran Sulteng.(ABD)