Pelesir

Melihat Peradaban Sigi di Festival Naoni Bungi 2018

969
×

Melihat Peradaban Sigi di Festival Naoni Bungi 2018

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Festival Naomi Bungi 2018.(Foto:Ari Abassi)
Festival Naomi Bungi
Pembukaan Festival Naoni Bungi 2018.(Foto:Ari Abassi)

SIGI, Kabar Selebes – Kegiatan budaya tahun 2018 yang didukung melalui platform kebudayaan Indonesiana ini yaitu Festival Naoni Bungi yang diadakan Rano Bungi, Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah resmi dibuka pada Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 20.30 wita.

Dalam peresmian festival budaya tersebut, dibuka langsung oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan yaitu Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Nadjamuddin Ramli dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola serta Bupati Sigi Irwan Lapatta.

Bupati Sigi Irwan Lapatta menyampaikan bahwa Festival Naoni Bungi merupakan festival yang pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sigi, yang sangat memberi kesempatan para pekerja seni untuk mempersembahkan karya seni dan ajang apresiasi Rano Bungi di wilayah Sigi.

BACA JUGA :  Longki: Insya Allah Sakaya Menangi Pilkada Donggala

“Festival Naoni Bungi ini sudah dirintis secara mandiri oleh para pelaku seni di Kabupaten Sigi. Pelaku seni sudah mampu mengundang seniman dari mancanegara melalui jaringan yang sudah terbangun. Jaringan komunitas-komunitas tersebut berasal dari kota-kota di Sulawesi Tengah, Bali, Aceh, dan Makasar serta dari luar negeri seperti Austria, Jepang, dan Sinegal,”tuturnya

Menurut Iwan Lapata bahwa Festival Naoni Bungi yaitu Naoni artinya bunyi, sementara Bungi adalah daratan yang terbentuk akibat surutnya air sungai sehingga terbentuk adanya sebuah danau. Festival ini dilaksanakan selama tiga hari dan digelar pada tiga tempat yang berbeda yaitu di Rano Bungi, Cagar budaya Lumpung Batu, dan Cagar Budaya Arsitektur Kulawi.

BACA JUGA :  Hak Konstitusional Calon: Diantara Keadilan Prosedural dan Keadilan Substansial

Festival Naoni Bungi juga mengambil lokasi di Kampung Adat Toro di Kecamatan Kulawi. Hal ini merupakan penghargaan terhadap masyarakat adat di Kabupaten Sigi sekaligus edukasi bagi warga Sigi untuk mengenali kembali kampung adat.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budara Nadjamuddin Ramli menyampaikan bahwa Festival Naoni Bungi, merupakan bagian dari platform kebudayaan Indonesiana. Kerja sama ini diharapkan mampu menambah gaung festival dan turut membangun keberlangsungan ekosistem seni dan budaya di Palu, khususnya Kabupaten Sigi.

BACA JUGA :  Disebut Pendukung ISIS, Ustad Adnan Arsal Melapor ke Polisi

“Hal ini sekaligus melaksanakan amanah Undang-Undang no.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menjadi dasar diselenggarakannya Indonesiana.” tutur Nadjamuddin Ramli.

Nadjamuddin Ramli berharap kedepannya masyarakat sigi yang berkeja di sektor apapun akan datang berkunjung ke Rano Bungi untuk melihat langsung persembahan karya seni atraksi budaya.

(Arjan)