Pemilu 2024

KPU Poso Tetapkan 392 Caleg Tetap

316
×

KPU Poso Tetapkan 392 Caleg Tetap

Sebarkan artikel ini

Poso, Kabarselebes- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso, Sulteng menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) sebanyak 392 Calon Legislatif (Caleg) dari 14 Partai Politik (Parpol) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di wilayah Poso.

Dimana DCT 392 Poso itu terdiri laki-laki sebanyak 260 caleg dan 132 untuk caleg wanita.

Ketua KPU Poso, Budiman Maliki mengatakan, 392 caleg Poso tersebut secara kuota 30 persennya sudah memenuhi kuota untuk caleg wanita di wilayah Poso.

“Secara kuota DCT Poso, 30 persennya sudah memenuhi kuota untuk perempuan,” kata Budiman Maliki usai memimpin hasil pleno DCT KPU Poso, Kamis 20 September 2018.

BACA JUGA :  Taiwan Bantu Rp7,4 Miliar Islamic Centre Sulteng

Sebelum ditetapkan 392 DCT tersebut, pihak KPU Poso terpaksa harus mencoret satu orang bacaleg mantan koruptor dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena aturan partai pengusung yang tidak mengizinkan ada caleg mantan koruptor di Pemilu 2019.

“Kami pihak KPU Poso sendiri secara aturan mengakomodir bacaleg mantan koruptor yang bersangkutan untuk masuk ke DCT. Namun karena berdasarkan ada aturan partai yang bersangkutan, terpaksa kami mencoret satu bacaleg agar tidak dimasukan ke DCT Pileg 2019,” ucap Budiman Maliki.

BACA JUGA :  Kapal Pukat KM Koko Hilang Kontak di Perairan Tolitoli

Untuk Poso sendiri 392 DCT dari 14 partai pemilu 2019 meliputi partai PKB 25 caleg, Gerindra 30 caleg, PDIP 29 caleg, Golkar 30 caleg, NasDem 30 caleg, Berkarya 30 caleg, PKS 21 caleg, Perindo 30 caleg, PPP 20 caleg, PSI 27 caleg, PAN 30 caleg, Hanura 30 caleg, Demokrat 30 caleg dan partai PKPI 30 caleg.

Sementara dari 392 caleg Poso itu, satu diantaranya caleg mantan koruptor milik partai PKPI.

Sebelumnya, KPU Poso telah menganulir berkas dua orang bacaleg, masing-masing Idrus Tadji dari PDI-P dan Mathius Tungka dari PKPI karena bertentangan dengan PKPU 20 tahun 2018 tentang syarat pencalonan anggota DPRD kabupaten dan kota yang termasuk kasus korupsi.

BACA JUGA :  Lion Air Jatuh, Basarnas Temukan Puing, Pelampung, dan Potongan Tubuh

Namun kedua bacaleg itu menang dalam sidang adjudikasi di Bawaslu Poso.

Dalam putusanya pada Rabu 5 September 2018 lalu Bawaslu Poso kemudian mengabulkan seluruh permohonan pemohon kedua bacaleg mantan koruptor. (RYN Gode)

Ketua KPU Poso Budiman Maliki menyerahkan DCT kepada perwakilan partai politik Pemilu 2019. Foto Ryn Gode