Palu

Tekan Penyakit Menular, Basarnas Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Kamp Pengungsian

975
×

Tekan Penyakit Menular, Basarnas Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Kamp Pengungsian

Sebarkan artikel ini
Tim Gabungan Basarnas saat melakukan penyemprotan desinfektan di kamp pengungsian Universitas Al-Khairat Palu, pada Selasa (23/12/2018) siang. (KabarSelebes.id/Faiz Sengka)
Tim Gabungan Basarnas saat melakukan penyemprotan desinfektan di kamp pengungsian Universitas Al-Khairat Palu, pada Selasa (23/12/2018) siang. (KabarSelebes.id/Faiz Sengka)

PALU, KabarSelebes.id – Untuk menakan penyebaran penyakit menular khususnya bagi warga pengungsi, Tim Gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kini tengah gencar-gencarnya melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa titik kamp pengungsian di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Salah satunyanya, seperti yang terpantau di kamp pengungsian Universitas Al-Khairat Palu, pada Selasa (23/12/2018) siang.

Berjumlah 5 orang, pasukan orange ini menyebar di seluruh bagian kamp pengungsian, khususnya pada tempat-tempat yang rawan tersebarnya penyakit menular seperti tempat pembuangan sampah dan kamar mandi umum.

BACA JUGA :  Jambret Pasien Puskesmas, Warga Desa Buntuna Tolitoli Dibekuk Polisi

“Kenapa kami melakukan penyemprotan di lokasi pengungsian, itu kami lakukan karena mengingat bahwa di lokasi pengungsian juga berpotensi terjadi penyebaran virus dan racun yang begitu tinggi,” terang Safety Officer Basarnas, Agus W kepada sejumah wartawan.

Menurut Agus, penyemprotan ini akan selalu dilakukan secara intensif di kamp pengungsian. Pasalnya jenis penyakit yang akan timbul bukan hanya tingkat ringan, namun juga bisa mengakibatkan kematian.

BACA JUGA :  4 Anggota Bursa Segera Buka Cabang di BEI Sulteng

“Mungkin teman-teman juga sudah menyaksikan bahwa di area pengungsian Unisa ini sangat luar biasa sampahnya, dan tentunya kami sebagai tim sar gabungan mempunyai keperdulian bagaimana kesehatan masyarakat itu terjamin secara baik,” jelasnya.

Untuk jenis cairan yang digunakan, sama dengan cairan desifektan pada saat penyemprotan di kawasan terdampak bencana seperti Kelurahan Balaroa dan Petobo. Namun, untuk disemprotkan di lingkungan pengungsian, digunakan kadar yang lebih rendah sehingga aman bagi manusia.

BACA JUGA :  Cairkan Dana PIP, Ratusan Orang Tua Siswa Padati Kantor BRI di Palu

“Ini masi cairan yang sama, namun campurannya kami kurangi sesuai standar dari departemen kesehatan. Jadi, yang sifatnya lingkungan, kami menggunakan cairan dengan intensitas tinggi, tetapi untuk disemprotkan kepada manusia, kami kurangi dari tingkat pencampurannya,” tandasnya. (Faiz)