Ekonomi

Inflasi Kota Palu 0,83%, Tarif Angkutan Udara Penyumbang Terbesar

361
×

Inflasi Kota Palu 0,83%, Tarif Angkutan Udara Penyumbang Terbesar

Sebarkan artikel ini

PALU, Kabar Selebes – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat inflasi Kota Palu pada November 2018 sebesar 0,83%. Terdapat lima komoditas berpengaruh yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,26%, disusul biaya tukang bukan mandor sebesar 0,24%.

Selanjutnya, ikan mujair menyumbang inflasi sebesar 0,12%, kemudian besi beton dan seng yaitu 0,10% dan 0,08%. Semen juga termasuk penyumbang inflasi.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar, Senin (3/12/2018) di Palu.

BACA JUGA :  TNI AU Gelar Latihan Survival di Bahodopi

Menurut Faizal, kondisi itu terjadi pasca bencana di Sulawesi Tengah, 28 September lalu.

Sedangkan inflasi tahun kalender November 2017 ke November 2018 sebesar 5,29% dan inflasi tahunan di periode yang sama sebesar 7,27%.

Kabid Statistik dan Distribusi BPS Sulteng Gamal Abduk Nasser mengatakan, jumlah aktivitas penumpang melalui bandar udara di Sulawesi Tengah selama Oktober 2018 tercatat 132.243 orang atau turun 10,43 persen dibandingkan September 2018.
Volume barang yang dibongkar melalui bandar udara tercatat 185,81 ton atau turun sebesar 83,07 persen, sementara itu barang yang dimuat tercatat 167,32 ton atau turun sebesar 74,56 persen dibandingkan September 2018.

BACA JUGA :  Serba Terbatas, Gubernur Salut Kinerja Basarnas Tangani Bencana Sulteng

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah H Muharram Nurdin mengatakan akan memanggil perusahaan naskapai yang menaikkan tarif tiket pasca bencana lalu.

“Memang ada ambang batas bawah dan batas atas tarif. Tapi yang dikenakan adalah ambang batas atas. Mestinya ambang batas bawah yang diterapkan karena daerah dan masyarakat baru saja mengalami bencana alam,” kata Muharram Nurdin, Senin siang.

BACA JUGA :  ALERT! Gempa 7,1 SR Guncang Malut dan Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Lanjut Muharram, mestinya perusahaan maskapai juga memperlihatkan rasa empati kepada masyarakat Sulteng yang menderita akibat bencana. Begitupula dengan para relawan yang berangkat ke Sulteng untuk membantu tanggap darurat juga mestinya diberikan keringanan biaya tiket pesawat. (ptr)

Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar (berdiri). Foto Patar