Sulawesi Tengah

Diminta Menyerah Hingga 21 Januari, Satgas Tinombala Sebar Selebaran Ali Kalora cs

677
×

Diminta Menyerah Hingga 21 Januari, Satgas Tinombala Sebar Selebaran Ali Kalora cs

Sebarkan artikel ini
Selebaran berisi pesan pada kelompok teroris MIT yang disebarkan petugas gabungan TNI-Polri dari helikopter ke permukiman, areal perkebunan dan hutan pegunungan Poso, Sabtu (12/1/2019). (Foto: iNews/Yoanes Litha)

teroris_mit
Selebaran berisi pesan pada kelompok teroris MIT yang disebarkan petugas gabungan TNI-Polri dari helikopter ke permukiman, areal perkebunan dan hutan pegunungan Poso, Sabtu (12/1/2019). (Foto: iNews/Yoanes Litha)

POSO, Kabar Selebes – Satuan Tugas Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), memberi batas waktu hingga tanggal 21 Januari 2019 kepada kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora untuk menyerahkan diri. Aparat menjamin proses hukum yang diberikan kepada mereka jika menyerahkan diri.

menyebarluaskan selebaran dengan menggunakan helikopter TNI di lokasi hutan pegunungan serta permukiman penduduk, Sabtu pagi (12/1/2019). Imbauan itu menyerukan agar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menyerahkan diri selambatnya pada Senin, 21 Januari 2019.
“Kami meminta Ali Kalora cs untuk menyerahkan diri agar bisa diproses hukum. Pihak kepolisian akan menjamin keamanan demi keluarga mereka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Herry Murwono akhir pekan kemarin.
Sebagai bentuk imbauan, aparat Satgas Tinombala menyebarkan 1.500 lembar selebaran berisi imbauan agar kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora menyerahkan diri kepada kepolisian. Selebaran itu dibagikan dari atas helikopter TNI. Helikopter ini terbang rendah di atas permukiman penduduk, areal perkebunan, maupun hutan pegunungan di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan hingga ke wilayah Sausu di Kabupaten Parigi Moutong.
Selebaran itu memuat foto dari 14 daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora. Isi pesan di antaranya “Segera menyerahkan diri ke Polres Poso paling lambat tanggal 21 januari 2019. Keluarga lebih berarti dari kepentingan anda”.
Jumlah kelompok teroris di bawah pimpinan Ali Kalora meningkat menjadi 14 orang meskipun Operasi Tinombala terus diperpanjang sejak operasi itu pertama kali digelar pada Februari 2015 silam. Keberadaan kelompok itu kembali menjadi perhatian serius setelah peristiwa terbunuhnya seorang penambang di Dusun Salubanga, Desa Salubose, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, yang diduga dilakukan oleh Kelompok Ali Kalora.
Kelompok itu juga diduga kuat sebagai pelaku dari penembakan yang melukai dua anggota polisi di Parigi Moutong. Pasukan dari satuan-satuan elit seperti Kopassus, Kostrad dan Brimob kembali di kirim ke Poso untuk memburu kelompok tersebut.

BACA JUGA :  Polsek Damsol Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu

Di sisi yang lain, pelaksanaan Operasi Tinombala di Poso dan juga Kabupaten Parigi Moutong ini dilakukan dalam sikap diam dan tertutup khususnya kepada media massa. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dari TNI/Polri di Poso tidak bersedia memberikan keterangan terkait perkembangan dari operasi itu.
Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo sebelumnya mengatakan, Polri mengerahkan dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob untuk mengejar kelompok MIT pimpinan Ali Kalora di Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.
Puluhan pasukan ini akan membantu anggota Polres setempat memburu kelompok terduga teroris tersebut.Pengejaran dilakukan menyusul penembakan kelompok ini terhadap dua polisi yang sedang mengevakuasi korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu.
Sedikitnya ada 64 personel Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Tinombala Polda Sulteng. Pasukan ini dikerahkan mengejar sejumlah anggota yang tersisa dari kelompok teroris Poso pimimpin Santoso yang telah tewas ditembak aparat.(ABD/iNews)