Sulawesi Tengah

Pasca Longsor, BPBD Donggala Minta Warga Lebih Waspada

438
×

Pasca Longsor, BPBD Donggala Minta Warga Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini
Foto Humas Polres Donggala
Longsor Donggala1
Foto Humas Polres Donggala

DONGGALA, Kabar Selebes – Pasca hujan lebat yang mengguyur sejumlah daerah termasuk Kabupaten Donggala menyebabkan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Palu-Donggala sempat terputus akibat tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala Akris Fattah mengatakan akses jalan sudah teratasi menjelang siang. Kendaraan sudah bisa melintas meski masih ada sisa-sisa lumpur di badan jalan. Sebuah kendaraan sempat tertimbun tapi bisa dievakuasi dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

BACA JUGA :  Dolar 'Mengamuk', Dirut BEI: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat

“Memang ada satu mobil yang tertimbun tapi sejauh ini tidak ada laporan adanya korban,” kata Akris Fattah saat dihubungi, Selasa malam, 22 Januari 2019.

Akris menyebutkan ada empat titik longsoran tapi yang cukup besar ada dua, salah satunya di Desa Loli Dondo, Kecamatan Banawa.

Begitupula adanya tenda-tenda pengungsi yang rusak akibat hujan dan angin kencang, sudah dibantu dengan tambahan terpal.

BACA JUGA :  Warga Kabinuang Tolitoli Pergoki Pelaku Penguburan Jasad Bayi

“Tenda-tenda memang sudah berdiri sejak awal pascabencana sehingga sudah tidak kuat. Tapi kami sudah membantu dengan terpal,” kata Akris lagi.

Kepolisian Resor Donggala turut serta membantu masyarakat maupun pengguna jalan. Bahkan sejumlah personil Sabhara terlihat mendorong sejumlah kendaraan yang terjebak lumpur dan mengatur kelancaran lalulintas. Sejumlah alat berat dikerahkan agar bisa membuka akses jalan tersebut.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada 2020, KPU Palu Evaluasi Fasilitas Kampanye

Kapolres Donggala AKBP Ferdinand Suwarji melaui Kasat Sabhara Iptu Supardi mengatakan personil Polres Donggala selalu siap membantu warga masyarakat terutama saat terjadi bencana alam.

“Longsor yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak malam hingga pagi dini hari,” kata Iptu Supardi. (patar)