Anggota DPRD Sulteng Masykur Ingatkan Pemda Perbaiki Pintu Irigasi Desa Sumari

DONGGALA, Kabar Selebes – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah, Muhammad Masykur mengingatkan Pemerintah Daerah terkait kerusakan pintu Irigasi Sumari di Desa Sumari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala akibat bencana gempa 28 September 2018. Irigasi itu perlu segara diperbaiki.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada progres respon pemerintah setempat terhadap rusaknya sumber pengairan tersebut. Sementara petani berharap perlu segera upaya perbaikan, kata Masykur.

Menurutnya seluas lebih dari 500 hektar areal persawahan belum bisa diolah. Nampak sebagian dari lokasi tersebut kini ditanami jagung dengan mengandalkan sumber air hujan. Namun resiko gagal panen menanti, sebut Masykur.

BACA JUGA :  Wamen PUPR: Jaringan Gumbasa Selesai 2022

“Desakan petani memang sudah seharusnya direspon oleh pemerintah daerah. Tidak mungkin kondisi demikian dibuat berlama-lama. Menundanya sama dengan memperpanjang kesusahan petani”.

Semantara bagi Harun sebagai petani, kami harap betul kalau ingin memperbaiki kondisi setelah perisitiwa bencana gempa maka sumber penghidupan petani diutamakan. Masalah utama di sini irigasi rusak. Jika curah hujan tinggi pintu air irigasi jadi tertutup lumpur. Begitu juga sebaliknya, air tidak bisa mengalir masuk ke irigasi.

BACA JUGA :  Ayo Berqurban untuk Pengungsi Gempa Pasigala Bersama KabarSelebes.ID dan ACT

Harun, satu dari ratusan kepala keluarga di Desa Sumari yang terdampak bencana. Bersama keluarga, kini berjuang bangkit dari bencana. Bersama keluarga tinggal di hunian sementara yang ia bangun dari sisa-sisa bangunan rumah miliknya.

Ceritanya, Irigasi Sumari dibangun sejak tahun 1980an. Saat itu bangunannya masih sebatas bagaimana mengatur aliran air sungai masuk ke pintu irigasi. Karena kebutuhan perluasan areal persawahan, pemerintan sudah beberapa kali melakukan perbaikan, terakhir diperbaiki tahun 2016.

BACA JUGA :  Aparat Polsek Palu Timur Amankan Puluhan Liter Miras Jenis Cap Tikus

Namun sejak bencana gempa sampai saat ini setahu kami belum ada dinas terkait datang memeriksa lokasi, padahal kadatangan mereka penting melihat langsung kondisi kerusakan pintu irigasi, tutur Harun.(*/ril)

Silakan komentar Anda Disini....