IJTI Sebut Penganiayaan Jurnalis oleh Massa FPI di Munajat 212 adalah Ancaman Kebebasan Pers

JAKARTA, Kabar Selebes – Tindak kekerasan terhadap jurnalis Detik.com, Suara.com, Kompas.com & CNNIndonesia TV yang tengah meliput kegiatan munajat 212 di Monas pada Kamis malam, (21/02/2019) dikecam oleh Ikatan Jurnlis Televisi Indonesia (IJTI).

Dalam siaran persnya, IJTI mengutuk dan mengecam keras tindak kekerasan dan intimidasi terhadap para jurnalis yang dilakukan oleh sekelompok orang bersergam putih bertuliskan Laskar FPI di acara Munajat 212 di Monas, Kamis malam.

BACA JUGA :  Kunjungi Pengungsi, AHY Bantu Korban Gempa di Sulteng

Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana menyatakan kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas adalah ancaman nyata bagi kebebasan pers dan demokrasi yang tengah tumbuh di tanah air.

“IJTI mendesak aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas dan menangkap pelaku kekerasan terhadap jurnalis yang tengah meliput acara Munajat 212. Mengingat kerja jurnalis dilindungi dan dijamin oleh Undang-undang,” kata Yadi.

BACA JUGA :  Maju Pilkada Poso, Verna-Yasin Tawarkan Kemandirian Tata Kelola dan Agribisnis di Demokrat Sulteng

Dia juga meminta semua pihak agar tidak melakukan intimidasi serta kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas.

“Kami mengingatkan kepada seluruh jurnalis di Indonesia agar selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya. Fungsi pers adalah menyuarakan kebenaran serta berpihak pada kepentingan orang banyak,” tandasnya.(*)

Silakan komentar Anda Disini….
BACA JUGA :  DPRD Minta IAIN Palu Gunakan Nama Datokarama