Ajak Masyarakat Tidak Golput, Relawan Demokrasi Sasar Rumah Ibadah

  • Bagikan
Sosialisasi KPU di rumah ibadah di desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.(Foto:Ryan Gode)

POSO, Kabar Selebes-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso dan Relawan Demokrasi, memanfaatkan rumah-rumah ibadah sebagai salah satu sarana untuk melaksanakan sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan persentase partisipasi pemilih di wilayah Poso pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Salah satu rumah ibadah di desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir, yakni Gereja Hosiana didatangi relawan demokrasi basis keagamaan. Minggu 10 Maret 2019.

Dalam kegiatan itu para relawan demokrasi bersosialisasi. Kegiatan dilaksanakan selepas ibadah di gereja yang turut dihadiri oleh ketua KPU Poso, Budiman Maliki.

Ketua KPU Budiman mengajak jemaat gereja tersebut untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Serta diharapkan bisa mempedomani kertas suara ketika akan mencoblos.

“Saya mengingatkan agar para jemaat yang sudah wajib pilih, kiranya memastikan dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih. Sehingga pada pemilu nanti tidak ada yang golput,” harap Budiman.

Sementara relawan demokrasi kemudian secara bergantian menyampaikan sosialisasi tentang kepemiluan. Welda Yunita tergabung dalam relawan demokrasi menjelaskan, bahwa ada lima warna kertas suara yang diberikan oleh panitia pemungutan suara (PPS) nantinya. Hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota, biru untuk DPRD Provinsi, kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, serta abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden.

“Cara mencoblos semisal untuk calon anggota DPRD, pertama ingat partainya lalu coblos siapa yang mau dipilih. Selama dalam kotak, yang dicoblos itu sah. Juga kalau dicoblos partai dan orang, itu juga sah. Hanya saja suara akan akan masuk ke partai,” paparnya.

Selanjutnya relawan lainya Jabir menambahkan perihal syarat untuk bisa memilih harus menggunakan KTP elektronik. Karena pemilu kali ini berrbeda dengan pemilu sebelumnya dimana pemilih masih bisa menggunakan Kartu Keluarga (KK), surat keterangan dari kelurahan atau desa. Tapi pemilu kali ini hanya boleh menggunakan KTP elektronik.

Selain rumah-rumah ibadah seperti masjid dan gereja, KPU melalui relawan demokrasi juga melakukan sosialisasi ke komunitas-komunitas atau forum-forum masyarakat yang ada lainnya. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Poso pada Pemilu 2019 mendatang.(RYN.Gode)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan