Sulawesi Tengah

KPKP-ST-UNFPA Gelar Training Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Sigi dan Donggala

668
×

KPKP-ST-UNFPA Gelar Training Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Sigi dan Donggala

Sebarkan artikel ini
KPKP-ST dan UNFPA menggelar Training Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Sigi dan Donggala.(Foto:ist)

SIGI, Kabar Selebes – Berbagai bentuk kekerasan berbasis gender seringkali terjadi tanpa mengenal strata sosial seseorang baik bagi penyintas ataupun siapa pelakunya, bahkan dalam situasi pasca bencana sekalipun.

Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST) melaksanakan Training Penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) yang dilaksanakan secara bersamaan untuk wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala bertempat di Wisma Alamin Raya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yakni 11-14/03/2019. Pada hari pertama diawali dengan Workshop Sensitisasi Gender dan Gender Mainstream yang dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Sigi dan Wakil Bupati Kabupaten Donggala.

Kegiatan workshop dan training penanganan kekerasan berbasis gender ini merupakan tindak lanjut dari dua tahap kegiatan Workshop dan Training of Trainers ditingkat Provinsi Sulawesi Tengah sebelumnya pada bulan februari 2019 yang dilatih oleh fasiltator Dari Yayasan Pulih Jakarta Dan kemudian para alumni fasilitator yang sudah dilatih menjadi fasilitator pada pelatihan ditingkat Kabupaten/kota.

BACA JUGA :  NasDem Komitmen Tolak Politik Transaksi pada Pileg, Pilkada dan Pemilu

Rangakaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendampingan terhadap penyintas/korban berbagai bentuk kekerasan berbasis gender khususnya yang dialami oleh perempuan, anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Hal ini menjadi penting dilaksanakan khususnya bagi tiga wilayah di sulawesi tengah yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala yang terdampak paling parah akibat bencana alam Gempa, Tsunami dan Likuifaksi yang hingga saat ini menempati huntara (hunian sementara) ataupun masi berada di kamp-kamp pengungsian.

Kepesertaan dalam pelatihan ini masing-masing kabupaten berjumlah 30 orang yakni relawan Tenda Ramah Perempuan asal Desa Bulubete, Lolu, Pombewe, Sibalaya (Sigi), Desa Loli Pesua, Wombo Bersaudara, Gunung Bale, Sipi (Donggala), Bidan Kespro asal Puskesmas Sigi-Donggala dimana terdapat Tenda Ramah Perempuan dan peserta dari DP3A juga P2TP2A Kabupaten Sigi dan Donggala.

BACA JUGA :  Nurani Astra Berikan Terapi Trauma Pasca Gempa

Trias, salah satu peserta Training yang merupakan relawan Tenda Ramah Perempuan (TRP) yang berasal dari posko 6 Desa Lolu Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi mengatakan, pelatihan ini sangat mereka butuhkan dalam melakukan pendampingan korban tindak kekerasan di lingkungan dampingan.

“Karena dengan begitu saya yang berlatar belakang seorang bidan menjadi tahu lebih banyak bahwa ada berbagai bentuk kekerasan berbasis gender dan ada banyak pula jenis ketidakadilan gender,” ujar Trias.

Salah satu fasilitator hasil traning sebelumnya yang juga koordinator relawan TRP Loli Pesua menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KPKP-ST. “Karena bisa mempraktekan hasil TOT yang sudah saya ikuti sebelumnya dimana saya bisa belajar menjadi seorang fasilitator pelatihan meskipun masih harus lebih banyak belajar lagi,” ungkap Yuni.

BACA JUGA :  Serang Ternak Warga, Seekor Buaya Ditangkap Warga Desa Dongko Tolitoli

Setelah pelatihan penanganan Kekerasan Berbasis Gender ini, masih akan dilanjutkan dengan pelatihan tahap kedua yang akan lebih mengarah kepada tekhnik dan praktek pendampingan kasus kekerasan berbasis gender serta alur pendampingan yang akan
dilaksanakan pada akhir bulan maret ini dengan peserta yang sama.

Kegiatan pelatihan Penanganan kekerasan berbasis gender ini merupakan kerjasama KPKP-ST dengan UNFPA, Kementrian Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi-Donggala.

“Harapan kita dengan pelatihan bertahap ini paling tidak menjadi salasatu upaya dari meminimalisir terjadinya tindak kekerasan berbasis gender dan sebagai upaya memaksimalkan pendampingan dan penanganan terhadap penyintas kasus kekersan khususnya bagi perempuan, anak-anak dan kelompok rentan lainnya di daerah ini,” ujar Soraya Sultan, ketua Yayasan KPKP-ST.(*/LIA)