Sulawesi Tengah

ILUNI UI Rangsang Pelajar di Sigi untuk Lanjut Kuliah Setelah Lulus

588
×

ILUNI UI Rangsang Pelajar di Sigi untuk Lanjut Kuliah Setelah Lulus

Sebarkan artikel ini

Edufair4SIGI, Kabar Selebes –  Ikatan Alumni (ILUNI) Universitas Indonesia (UI) turun tangan menyosialisasikan pentingnya bagi pelajar melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah pasca  lulus SMA dan sederajat. Sosialisasi itu digelar dalam kegiatan Edufair yang diselenggarakan di aula SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi di Desa Rogo, Sabtu 13 April 2019.

Kegiatan tersebut melibatkan 7 SMA, SMK, MA sederajat yang ada di Kecamatan Dolo Barat dan Dolo Selatan dimana masing-masing sekolah mengirimkan 10 siswa untuk  menjadi peserta.

Edufair itu dibuka oleh Kepala SMAN 10 Sigi Sukardin mewakili sejumlah sekolah yang menjadi perserta kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Sukardin mengaku bangga bisa melibatkan diri pada kegiatan itu karena bahwa semacam ini masih sangat jarang dilakukan.

“Padahal para siswa, khususnya yang akan lulus, sangat membutuhkan informasi terkait kehidupan perguruan tinggi maupun beasiswanya,” kata Sukardin.

Edufair2Ketua Panitia Penyelenggara Kusumasari Kartika Hima Darmayanti mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fenomena pendidikan yang dihadapi oleh masyarakat di kedua kecamatan tersebut. Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat banyak siswa yang terpaksa berhenti sekolah atau memilih tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dikarenakan alasan ekonomi.

BACA JUGA :  7 Hari Operasi Zebra, Lantas Polres Poso Sudah Keluarkan 140 Surat Tilang

“Kondisi ini telah berlangsung sejak lama dan cukup mengkhawatirkan. Padahal faktanya, banyak informasi penting terkait pendidikan yang belum dipahami oleh masyarakat secara umum. Misalnya, di perguruan tinggi terdapat berbagai macam beasiswa yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ekonomi tersebut,” kata Kusumasari.

Menurutnya,  di kampus mahasiswa juga bisa memilih untuk bekerja paruh waktu, menjadi asisten laboratorium atau mengikuti aktivitas lainnya dimana sumber pendanaan itu ada. Bahkan, jika seorang mahasiswa diketahui berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, pihak kampus bisa mengambil kebijakan dengan pemotongan uang UKT.

“Fakta ini tentunya bisa digunakan untuk menjawab persoalan biaya pendidikan di perguruan tinggi yang mahal,” lanjutnya.

Untuk merespon fenomena tersebut Edufair ini mengangkat tema “Kemana setelah SMA?”. Diharapkan tema ini mampu menjadi pembuka ruang adik-adik SMA khususnya di daerah Sigi agar bisa mengetahui banyaknya peluang yang bisa didapatkan jika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

BACA JUGA :  Pengurus SKPI Wilayah Sulteng Dilantik

Edufair kali ini, ILUNI UI menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Naramsumber tersebut yakni Arif Rosyidin (Universitas Indonesia), Heni Ardianto & Moh. Ansar R. Levasuro (Penerima Beasiswa Bidikmisi, UNTAD), Najmi, S.Pd (Paguyuban KSE), Sitti Muzdhalifah., S.Pd.,M.Ed (University of Wollongong) & Fiki Ferianto, S.Sos., MPA (UGM) keduanya sebagai penerima Beasiswa LPDP RI.

Materi diawali dengan pengenalan dunia kampus oleh Arif Rosyidin yang dalam kesempatan itu banyak menggambarkan tentang kondisi umum perguruan tinggi mulai dari prosedur pendaftaran, pemilihan jurusan serta aktivitas-aktivitas lainnya yang terdapat di setiap kampus.

“Semahal-mahalnya biaya kuliah lebih mahal tekad yang ada dalam diri, saat tekad telah dimiliki maka mahalnya biaya kuliah akan membayar itu semua,” kata Arief memberi motivasi.

BACA JUGA :  Seleksi Pemain Muda di Touna Melalui Kapolres Cup U-16

Narasumber-narasumber lainya tidak kalah inspiratif. Najmi dan Sitti Muzdahlifah misalnya, dua sosok perempuan yang turut menjelaskan perjuangan mereka selama menempuh pendidikan. Najmi membagikan kepada peserta tips dan trik mendapatkan beasiswa dari Karya Salemba Empat (KSE) sementara Sitti menekankan pada perjuangannya beradaptasi dengan kehidupan di Negara lain.

Salah satu momen mengharukan ketika panitia memutarkan sebuah video yang bercerita tentang perjuangan sosok pemuda dengan latar belakang keluarga dari kalangan pra sejahtera. Video tersebut mampu membuat seisi ruangan terharu bahkan tidak sedikit yang menangis melihat betapa gigihnya perjuangan pemuda dalam video tersebut dalam mewujudkan cita-citanya.

Momen tersebut semakin lengkap ketika ditutup dengan kutipan “Setiap orang punya masalah, setiap orang punya kekurangan namun setiap orang juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki itu semua,”. Sesi tersebut berhasil membuat para peserta termotivasi untuk tetap bersekolah hingga keperguruan tinggi.(*/Nur/Abd)