DKP Sulteng Sosialisasikan Percepatan Industrialisasi Udang

  • Bagikan

PALU, Kabar Selebes – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sosialisasikan percepatan industrialisasi udang Sulteng melalui peningkatan inovasi dan teknologi budidaya secara berkelanjutan di Santika Hotel, Senin, (29/4/2019).

Dalam kegiatan itu menghadirkan tiga narasumber diantaranya, Kepala DKP Sulteng, DR Ir Hasanuddin Atjo MP, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP RI diwaklili oleh Direktur Pemasaran DPDSKP, Mahmud dan Ditjen Perikanan Budidaya KKP RI diwaklili oleh Kasubdit Kawasan dan Kesehatan Ikan DJPB, Ikhsan Kamil.

Dalam kesempatan itu, Hasanuddin Atjo menyampaikan pembangunan Kelautan dan Perikanan 2015-2019 diarahkan untuk memenuhi tiga pilar yang saling terintegrasi, yakni kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability) dan kemakmuran (prosperity).

Tiga pilar tersebut terangkum dalam visi KKP yakni “Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berdaulat, Mandiri dan Berkelanjutan untuk Kemakmuran Rakyat”.

Menurut Hasanuddin, Indonesia adalah negara dengan kekayaan sumberdaya alam yang luar biasa, salah satunya adalah kekayaan sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan dari sektor budidaya ikan dan udang.

Untuk itu, kata dia, peningkatan produksi kelautan dan perikanan terus dilakukan sejalan dengan upaya untuk memasyarakatkan peningkatan konsumsi makan ikan secara nasional, terus dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Konsumsi makan ikan bisa mendukung upaya pemerintah dalam mengentaskan persoalan kekurangan gizi pada balita. Kampanye konsumsi makan ikan juga membawa misi khusus untuk menurunkan angka stunting (tubuh pendek) di Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Ia menguraikan, meningkatnya angka konsumsi ikan di Sulawesi Tengah adalah dampak dari suksesnya publisitas produk perikanan kelautan dan kampanye gemar makan ikan, selain karena Sulawesi Tengah merupakan daerah pesisir dimana ikan merupakan salah satu komoditas utama.

Selain itu, salah satu upaya peningkatan produksi perikanan yang lainnya di Sulawesi Tengah adalah melalui usaha budidaya udang.

“Keberhasilan kegiatan budidaya udang di tambak sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknologi budidaya yang digunakan serta kelayakan lingkungan dimana tambak itu berada,” tuturnya.

Ia menyebutkan salah satu budidaya udang yang saat ini dikembangkan adalah teknologi budidaya udang supra intensif skala rakyat. Teknologi budidaya udang supra intensif skala rakyat ini merupakan hasil pengembangan untuk memenuhi harapan masyarakat yang bermodal terbatas dalam mereplikasi teknologi budidaya udang paling produktif di dunia.

Selama ini lanjut dia, banyak pelaku usaha yang bermodal terbatas mengaku tidak sanggup mereplikasi teknologi ini karena besarnya dana investasi yang dibutuhkan bila harus menggunakan tambak konstruksi beton.

“Teknologi budidaya udang supra intensif skala rakyat ini merupakan jawaban sehingga diharapkan budidaya udang akan semakin memasyarakat sehingga Indonesia bisa tampil sebagai penghasil udang penting di dunia,” ujarnya.

Untuk itu ia berharap lewat kegiatan itu dapat mensosialisasikan percepatan industrialisasi udang Sulteng melalui peningkatan inovasi dan teknologi budidaya secara berkelanjutan. Serta dapat merumuskan strategi pencapaian produksi udang di Sulawesi Tengah. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan