Banjir di Palolo, Jembatan Penghubung Desa Ranteleda-Rahmat Terancam Putus

Kondisi jalan di Desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi yang nyaris putus digerus banjir. (Foto:Abdee Mari/kabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Banjir terus meluas ke beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi. Saat ini, banjir menghantam areal pertanian warga di Kecamatan Palolo. Jembatan yang menghubungkan antara Desa Ranteleda dengan Desa Rahmat, terancam putus.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sigi Asrul Repadjori ketika dihubungi wartawan, Kamis, 2 Mei 2019.

Menurut Asrul, banjir di Kecamatan Palolo cukup jauh dari pemukiman warga.

BACA JUGA :  HUT ke-6 PT IMIP, Khitanan Massal 58 Peserta

“Jaraknya cukup jauh dari rumah-rumah warga. Perkebunan warga saat ini sudah terendam,” kata Asrul.

Asrul juga menyampaikan adanya bantuan tenda sebanyak 50 unit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengungsi korban banjir bandang.

Dia juga meminta kepada pengendara yang melintas agar berhati-hati.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor pada empat wilayah di daerah ini.

BACA JUGA :  Anwar Hafid Sosialisasikan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan

Keempat wilayah itu adalah Kabupaten Sigi, Donggala, Tolitoli dan Poso. Masa tanggap darurat mulai 28 April hingga 4 Mei 2019.

Penetapan masa tanggap darurat itu tertuang dalam SK Gubernur Sulawesi Tengah nomor: 367/199/BPBD-G.ST/2019, tanggal 28 April 2019.

“Segala pembiayaan yang timbul akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada APBN, APBD Propinsi serta APBD keempat kabupaten yang terkena bencana,” demikian bunyi salah satu pasal di SK tersebut yang ditandatangani H Longki Djanggola. (patar)

Silakan komentar Anda Disini....