Masih Ada 8 Titik Longsor Palu-Kulawi, Gubernur: Harus Tembus Sebelum Puasa

  • Bagikan
Seorang relawan ACT membantu pengendara sepeda motor melintasi medan berlumpur di Gunung Potong, Desa Namo, Sabtu, 4 Mei 2019. (Foto Chandracan-ACT)

TUVA, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola meminta kontraktor segera membuka akses Palu-Kulawi yang masih tertutup tanah longsor dibersihkan dan bisa dilalui masyarakat sebelum Ramadan. Saat ini masih ada 8 titik tanah longsor yang menutupi badan jalan. Kondisinya cukup parah.

Hal itu ditegaskan Longki Djanggola saat meninjau pekerjaan pembersihan tanah longsor, Sabtu sore, 4 Mei 2019 di Gunung Potong, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Sigi.

Gubernur Di lokasi Banjir
Gubernur Sulteng Longki Djanggola saat meninjau titik longsoran di Gunung Potong, Desa Namo, Sabtu, 4 Mei 2019. (Foto Chandracan-ACT)

“Saya minta kepada pihak ketiga yang mengerjakan pembersihan secepatnya bekerja dan membuka akses sebelum puasa dimulai,” kata Longki Djanggola.

Pascabencana, Pemprov Sulteng menerjunkan empat unit alat berat untuk mempercepat penanganan membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan. Termasuk menghubungkan kembali badan jalan yang amblas dihantam banjir bandang seperti di Desa Omu dan Tuva.

Jalur Palu-Kulawi mengalami longsor sedikitnya 17 titik setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dan banjir bandang, Minggu, 28 April lalu. Terputusnya akses jalur tersebut mengisolir sejumlah kecamatan.

Gubernur Longki Djanggola meninjau kondisi jalan poros Palu-Kulawi menggunakan motor trail dan dibonceng anggota BPBD Sulawesi Tengah.

Di titik Gunung Potong baru saja tembus, kondisinya masih berlumpur. Benerapa pengguna jalan terjebak lumpur dan harus dibantu relawan..

Fitri, warga Desa Bolapapu yang kebetulan melintas mengatakan masih banyak longsoran dan hanya bisa ditembus menggunakan sepeda motor. (patar)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan