Derita Penyintas Gempa Palu Jalani Ramadhan Tanpa Air Bersih

Salah seorang penyintas Palu (Foto:Ipal/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Ratusan penyintas gempa bumi, tsunami, serta likuefaksi yang melaksanakan ibadah puasa di halaman Masjid Agung Palu Sulawesi Tengah, mengeluhkan ketersediaan stok air bersih.

Tidak berbeda dengan masyarakat muslim pada umumnya, para penyintas muslim gempa bumi,tsunami serta likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah juga melaksanakan ibadah puasa.

Meskipun masih tinggal di kamp pengungsian, para penyintas ini terlihat, menyambut bulan suci ramadhan kali ini dengan penuh rasa suka cita.

BACA JUGA :  Sambut Lebaran, Longki Berbagi Kasih di Panti Asuhan Aljabbaru

Meski demikian para penyintas bencana yang tinggal di kompleks masjid Agung Kota Palu ini, mengaku ketersediaan air bersih dilokasi pengungsian menjadi kendala mereka dalam menjalankan ibadah puasa. seperti air bersih yang digunakan untuk memasak saat berbuka puasa, maupun waktu sahur.

“Puasa tahun ini berbeda memang, sebenarnya kalau cuman tinggal di tenda tidak apa apa, tapi air bersih untuk masak berbuka dan sahur ini susah sekali,” ujar Ratna salah satu pengungsi korban tsunami itu.

BACA JUGA :  Gubernur Longki Resmikan Gedung Baru BPR Palu Lokadana

Para penyintas bencana ini berharap kepada pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani hal tersebut.

“Ada memang air tapi persediaannya itu cuman sedikit, baru disini juga banyak kan, jadi harus barbagi dan hemat hemat pake airnya,” ungkap Abu Bakar, penyintas lainnya.

Meski begitu namun para penyintas ini juga mengungkapkan rasa syukur bisa merasakan kemuliaan bulan ramadhan tahun ini,meskipun tempat tinggal dan beberapa anggota keluarga tidak ada lagi karena bencana gempa bumi, tsunami, serta likuefaksi dashyat, yang terjadi di Kota Palu pada 28 september 2018 lalu.(Riski Budiman)

Silakan komentar Anda Disini....