Walikota Palu Sesalkan Penyegelan Huntara di Kelurahan Mamboro

  • Bagikan
Walikota Palu Hidayat saat diwawancarai wartawan di mapolda Sulteng Kamis (16/5/2019). (Foto:Abdee Mari)

PALU, Kabar Selebes – Walikota Palu Hidayat sesalkan penyegelan hunian sementara (huntara) yang dilakukan oleh pihak kontraktor di Kelurahan Mamboro, Kamis, (16/05/2019).

“Dari sekitar 40 ribu jiwa masyarakat terdampak bencana di Palu, baru 70 persen yang mendapatkan huntara. Sementara 30 persen masih tinggal di tenda pengunsian, dengan kondisi seperti itu terjadi penyegalan pada prinsipnya kami sangat sesalkan,” kata Hidayat yang ditemui KabarSelebes usai menghadiri buka puasa bersama di Mapolda Sulteng.

Terkait penyegalan itu, Walikota mengatakan besok (Jumat 17 Mei 2019) dirinya akan meninjau langsung lokasi huntara tersebut. Ia akan meminta pihak-pihak yang bertanggungjawab terkait huntara itu kiranya dapat menyelesaikan masalah yang ada.

Sehingga di bulan puasa ini, lanjut dia, huntara tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh warga terdampak bencana.

“Ada beberapa permasalahan terkait pembangunan huntara baik yang dibangun oleh PUPR maupun oleh NGO. Saya akan mencoba menghubungi pihak terkait dan saya berharap semoga pihak yang bertanggungjawab terhadap pembangunan huntara segera menyelesaikan permasalahan yang ada,” terangnya.

Sebelumnya huntara di Kelurahan Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah disegel pihak kontraktor. Penyegelan dilakukan diduga karena pemerintah belum melunasi pembangunan hunian sementara di lokasi itu.

Ada sekitar enam puluh kepala keluarga kembali terancam kehilangan tempat tinggal ditempat itu, pasalnya lima unit hunian sementara disegel pihak kontraktor yang membangun huntara di kelurahan Mamboro Barat.

Semua penghuni huntara ini merupakan korban bencana tsunami pada 28 september 2018 lalu, karena penyegelan itu, sebagian warga sudah mulai berkemas hendak mencari tempat tinggal baru.

Salah satunya Hamsia ibu rumah tangga ini sudah mulai mengangkat barang-barangnya untuk dipindahkan ke rumah keluarganya yang terdekat.

Sementara itu, Surya yang juga penghuni huntara Mamboro itu menjelaskan hari ini baru satu unit yang disegel. Kemungkinan empat unit lainnya akan disegel kedepannya jika pemerintah belum melunasi biaya pembangunan huntara itu.

Surya dan warga yang tersegel huntaranya pun masih bingung harus tinggal dimana karena rumahnya habis tersapu tsunami pada 28 september 2018 lalu.

“Sejauh ini pemerintah dan pihak kontraktor masih melakukan negosiasi terkait penyegelan huntara mamboro. Dilokasi ini dibangun dua puluh unit hunian sementara dan ada lima unit yang belum dilunasi biaya pembangunannya. Satu unit terdiri dari dua belas bilik dan dihuni dua belas kepala keluarga yang terdampak bencana dan kehilangan rumah pada 28 September 2018 lalu.”jelasnya. (Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan