2 Orang Meninggal dan 7 Orang Luka-Luka, Selama Operasi Ketupat Tinombala 2019

oleh -

TOLITOLI, Kabar Selebes- Operasi Ketupat Tinombala Tahun 2019, yang telah di gelar selama 13 hari, terhitung mulai 29 Mei 2019 hingga10 Juni 2019, angka kecelakaan lalulintas, pada Operasi Ketupat Tinombala tahun 2019 sebanyak 6 kasus.

Tercatat selama operasi tinombala berlangsung korban meninggal dunia mencapai 2 orang luka berat, 6 orang luka ringan 3 orang serta kerugian materil sebesar Rp.7.400.000 (tujuh juta empat ratus ribu rupiah.jika di bandingkan dengan operasi ketupat Tinombala Tahun 2018 terjadi peningkatan kuantitas kecelakaan lalulintas sebanyak 16,66 persen.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko didampingi Dandim 1305 Buol Tolitoli Letkol Inf Gunnarto, saat pada amanatnya dihadapan pasukan gabungan pada apel konsolidasi operasi Ketupat Tinombala tahun 2019 dan apel kesiapan pengamanan sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam rangka sidang Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) 2019 yang di hadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Tolitoli yang digelar di Mako Polres setempat Kamis 13 Juni 2019.

“Dengan upaya-upaya yang telah kita lakukan dan kita harus terus berusaha meningkatkan prestasi, saya berharap kedepan kita bisa menekan angka kuantitas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tolitoli,” ujar Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko.

Ditambahkannya, selama operasi Ketupat Tinombala berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ada satupun hal-hal yang menonjol yang terjadi di wilayah Kabupaten penghasil cengkeh terbesar di Sulawesi Tengah itu.

Analisa dan evaluasi terhadap penyelengaraan Operasi Ketupat Tinombala tahun 2019 menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup baik, koordinasi dan kerja sama sinergis seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tinombala Tahun 2019 juga mendapatkan apresiasi positif dari publik.

Hal tersebut di tandai dengan tidak adanya aksi serangan teror, dapat di tekannya gangguan kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun aksi intoleransi dan kekerasan, serta terpeliharanya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Apel Konsolidasi yang dilaksanakan selain bertujuan untuk mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2019, juga merupakan bentuk kesiapan dalam mengamankan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi yang akan di helat mulai besok, pada Jumat 14 Juni hingga 28 Juni 2019 mendatang.

“Berkaitan dengan hal ini saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah kita agar tetap kondusif. Kita imbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu, berita hoax, maupun video yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.Mari kita menjaga persatuan, persaudaraan, kedamaian, serta menolak segala bentuk kerusuhan dan aksi-aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,”tandasnya. (Moh Sabran)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 154 times, 1 visits today)