Korban Gempa, Tsunami dan Likuefaksi Tunjukan Kreativitas di Festival Anak Pasigala 2019

oleh -

PALU, Kabar Selebes -Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyelenggarakan Festival Anak Pasigala pada Sabtu (22/6) di Taman GOR, Kota Palu.

Pasigala yang akronim dari Palu, Sigi, dan Donggala merupakan 3 (tiga) daerah terdampak utama bencana gempa bumi-tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 lalu dan menjadi area kerja tim Respons Tanggap Darurat Plan Indonesia.

Berbagai kegiatan seni seperti drama, pantomim, lomba cipta lagu serta gelaran pertandingan olahraga ditampilkan dengan melibatkan 262 anak dan kaum muda dari 10 desa dampingan Plan Indonesia.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak dan kaum muda untuk kembali tampil percaya diri dan berkreasi mengekspresikan potensi yang dimiliki,” ungkap Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia.

Dini menjelaskan lebih lanjut, dua pesan penting yang ingin disampaikan melalui festival terkait perlindungan anak dalam situasi darurat dan kesetaraan hak anak, khususnya untuk anak perempuan. Terkait perlindungan anak, Dini mengungkapkan bahwa anak-anak menghadapi berbagai risiko termasuk risiko kekerasan.

Menurutnya, event ini sangat penting untuk anak dapat memahami risiko kekerasan yang mereka hadapi serta memberikan respons yang tepat dalam situasi tersebut. Pesan perlindungan anak ini juga disampaikan melalui berbagai tampilan seperti drama dan pantomim.

Selain itu, kompetisi olahraga yang diselenggarakan tidak hanya melibatkan anak laki-laki, tetapi juga anak perempuan. Hal ini untuk mengajak semua pihak memberikan kesempatan yang setara khususnya untuk anak perempuan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Sekretaris Prov. Hidayat Lamakarate sangat mendukung penuh kegiatan festival anak pasigala, yang mana sejumlah masukan korban bencana atau anak Pasigala akan ditampung dan menjadi bahan untuk penyusunan progam daerah Sulawesi Tengah.

Festival yang berlangsung satu hari penuh ini juga turut dimeriahkan dengan kehadiran Witan Sulaiman, pemain Timnas U23 dan Zahra Muzdalifah, kapten Timnas sepakbola perempuan.

“Saya senang bisa menyaksikan langsung antusiasnya teman-teman di Sulawesi Tengah. Sekarang mereka sudah bangkit lagi dan siap berprestasi,” ungkap Witan yang juga berasal dari Palu.

Zahra juga mengungkapkan kebahagiaannya menyaksikan kompetisi futsal anak perempuan, senang sekali karena anak-anak perempuan memiliki kesempatan untuk bisa berprestasi di olahraga, apalagi selama ini sepakbola dan futsal persepsinya untuk laki-laki.

Festival Anak Pasigala merupakan salah satu kegiatan penutup dalam rangka Respons Tanggap Darurat yang dilakukan Plan Indonesia di Sulawesi Tengah sejak sembilan bulan lalu, atau sejak Oktober 2018 dengan total penerima manfaat 10.118 keluarga.

Tim Respons Tanggap Darurat Plan Indonesia memulai respons di Sulawesi Tengah dengan melakukan kaji cepat kebutuhan sejak awal terjadi bencana. Kegiatan respons berfokus pada empat sektor yaitu, dukungan kemanusiaan non-pangan, dukungan air bersih dan sanitasi, perlindungan anak dan kaum muda dalam situasi darurat (saat bencana), serta pendidikan dalam situasi darurat.

Berbagai kegiatan dan capaian yang telah dilakukan dalam Respons Tanggap Darurat Plan Indonesia tentunya tidak lepas dari kemitraan dengan pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya.(Arjan)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 83 times, 1 visits today)