Hadiri HBH Warga IKIB, Nurmansyah Bantilan: Warga Butol Ibarat Dua Sisi Mata Uang

  • Bagikan

TOLITOLI, Kabar Selebes-Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Tengah, Moh Nurmansyah Bantilan mengatakan, warga Buol dan Tolitoli ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan satu sama lain.

Hal tersebut disampaikan langsung Moh Nurmansyah Bantilan usai ditemui Kabar Selebes.Id pada kegiatan Halal bi Halal Ikatan Kerukunan Indonesia Buol (IKIB) wilayah Tolitoli yang digelar di gedung maramba di kawasan jalan Moloan Kelurahan Panasakan, Senin (24/6) malam.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tolitoli itu, hubungan emosional yang selama ini terjalin dengan baik, antara kedua suku yang berada di ujung utara di Propinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Ini merupakan momentum untuk kembali merajut antara warga Buol dan Tolitoli yang sebenarnya adalah saudara.

Sapaan akrab yang biasa di panggil mamad itu menambahkan, dalam konteks tersebut seyogyanya dapat memperat ikatan silaturahmi dan ikatan emosional yang kuat antara warga Buol dan Tolitoli karena mempunyai nilai historis dan sejarah yang cukup panjang dalam hubungan saudara sekandung.

“Tentunya saya berharap, dalam hal ini sudah selayaknya warga Buol Tolitoli harus bersatu saling mendukung dan bekerjasama dalam segala hal,”ujar Politisi muda partai Mercy itu.

Dalam kegiatan Halal Bihalal 1440 H yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Indonesia Buol (IKIB) wilayah Kabupaten Tolitoli mengangkat tema “Halal Bihalal Alriondo Teetu Kuponotean Kai Kito Bvuoyo Mopani Bolri Mopio Gugutuan “.

Sebelumnya Ustad Luth Paker, S.Pdi
dalam hikmah Halal bi Halal mengatakan, hal ini merupakan satu adat kebiasaan yang hanya ada di Indonesia. Halal Bi Halal muncul sebagai ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan. Saling memaafkan satu sama lain. Setiap orang sadar tidak ada yang lepas dari kesalahan. Manusia tempatnya salah dan lupa. Idul Fitri dengan kegiatan Halal bi Halal-nya, membuat umat Islam melebur kesalahannya dengan berbagi maaf tanpa sekat yang membatasi.

Halal bi Halal adalah suatu bentuk ungkapan khusus pada waktu dan tempat tertentu sebagai pengganti dari kata Silatur-Rahmi pada kedua hari raya Islam yang telah membudaya di beberapa Negara di khususnya Indonesia.

Dikatakannya, adanya perbedaan penyebutan antara Silaturahmi pada hari biasa dan Ied yang lebih dikenal di Indonesia dengan Halal bi Halal disebabkan pula oleh kemuliaan bulan Ramadhan sebagai penghormatan terhadap keutamaan dan dan kebersamaan.

Semua itu menunjukkan bahwa amal dan peribadatan seorang hamba tidak akan sempurna tanpa memperbaiki hubungan silaturahmi. Dengan kata lain, hubungan antara Allah dan seorang hamba (hablun minallah) akan sempurna jika hamba itu menjaga dan menjalin hubungan antar sesama (hablun minannas).

“Dengan bersilaturrahmi kita akan menyempurnakan keimanan kepada Allah SWT, terutama jika silaturahmi yang dijalin benar-benar atas dasar saling menghalalkan dosa-dosa serta memaafkan masing-masing dengan ikhlas,” tukasnya.

Pada kegiatan Halal bi Halal IKIB Buol wilayah Kabupaten Tolitoli, selain dihadiri ratusan warga Buol yang bermukim di Kabupaten Tolitoli juga dihadiri Bupati Buol, Dr. Rudy serta anggota DPD RI, Nurmawati Dewi Bantilan.( Moh Sabran)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan