FAO Bantu Pupuk dan Bibit Bagi Petani Korban Bencana di Sigi

  • Bagikan

SIGI, Kabar Selebes – Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendistribusikan bantuan pertanian dan perikanan kepada para petani dan nelayan yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi, Selasa (02/07/19).

Bantuan yang didistribusikan tersebut berupa 430 Ton pupuk, 7 Ton benih jagung tomat dan cabai rawit serta lebih dari 500 ribu meter mulsa plastik yang disalurkan kepada kurang lebih 800 petani di 132 desa yang ada di kabupaten Sigi.

Tidak hanya bantuan berupa pupuk dan perlengkapan pertanian, FAO juga sebelumnya pada bulan juni telah memberikan bantuan tunai kepada lebih dari empat ribu rumah tengga yang ada di 175 desa yang sedang hamil menyusui dan yang mempunyai anak di bawah usia 5 tahun.

Kepala Perwakilan FAO yang ada di Indonesia, Stephen Rudgard mengungkapkan, FAO dalam waktu dekat akan memberikan peralatan memancing termasuk jaring dan kotak pendingin kepada sekitar sekitar tiga ribu keluarga nelayan yang terdampak bencana gempa di Sulteng.

“Hal tersebut merupakan mandat dari kami untuk memulihkan produksi pangan untuk memulihkan kembali mata pencaharian petani dan nelayan yang berada di daerah terdampak bencana, di Kota Palu, Sigi dan Donggala,” kata Stephen Rudgard.

Dia menambahkan, FAO ingin memastikan petani dan nelayan yang terkena dampak bencana dapat kembali hidup normal.

Program yang dilakukan oleh FAO ini, untuk memulihkan ketahanan pangan di Palu, Sigi dan Donggala yang memiliki nila USD 1 Juta yang jika di rupiahkan memiliki nilai sekitar kurang lebih 15 Miliyar Juta Rupiah, biaya tersebut merupakan bagaian dari program yang dibiayai oleh dana tanggap darurat Pusat Perserikatan Bangsa Bangsa (CERF) untuk membantu pemerintah dalam merespon bencana gempa bumi dan tsunami.

Sementara itu, Bupati Sigi yang diwakili Asisten II Iskandar Nongtji menyatakan rasa terimakasihnya atas adanya bantuan yang di berikan oleh FAO ini. Karena hal ini juga dapat menjadi salah satu hal yang dapat memberikan kembali semangat bagi para petani serta membangkitkan kembali produksi suasembada pangan di daerah Kabupaten sigi ini.

“Karena daerah Kabupaten Sigi ini, merupakan salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tengah, yang mana sebagian daerah pertanian di wilayah ini, terdampak bencana 28 september silam yang mana irigasi aliran air untuk persawahan mengalami kerusakan,” kata Iskandar Nongtji.

Saat ini kata Iskandar, yang menjadi salah satu kendala bagi para petani yaitu irigasi gumbasa yang merupakan aliran utama yang mengairi persawahan yang ada di daerah ini. Olehnya itu pemerintah pusat melalui kementrian PUPR masih terus melakukan perbaikan agar persawahan di wilayah ini dapat kembali berproduksi.

“Kerusakan irigasi gumbasa tersebut, sedikit membuat para petani di Kabupaten Sigi ini mengalami kesulitan, tetapi dengan adanya bantuan dari FAO ini, semoga dapat memberikan suport bagi para petani untuk kembali melakukan aktivitasnya serta memulihkan kembali perekonomian mereka yang sempat terganggu akibat bencana tersebut,” tandas Iskandar.(Sugi Efendi)

Foto-foto Dokumentasi :

FAO1

FAO3

FAO4

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan