Rumah Relawan Bersama Latih Psikososial Guru SMA dan SMK

oleh -

PALU, Kabar Selebes – Rumah Relawan Bersama Sulawesi Tengah memberikan pelatihan psikososial bagu guru-guru SMA/SMK dan MA pasca bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi.

Pelatihan berlangsung di Kantor Komnas HAM RI Perwakilan Sulawesi Tengah, 9 sampai 11 Juli 2019. Pelatihan diikuti sejumlah guru dari Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala serta Parigi Moutong khususnya sekolah yang terdampaik bencana.

Tina, salah peserta dari SMA Nusantara Kabupaten Sigi mengaku pelatihan ini sangat penting bagi dirinya. Kelak akan ditularkan lagi bagi anak didiknya.

Dia mengaku, selama ini belum pernah mendaparkan pelatihan atau literasi menghadapi bencana atau mitigasi bencana. Padahal sekolahnya yang berasa di wilayah rawan bencana seperti halnya di Kota Palu, menjadi penting untuk diberikan materi mitigasi kebencanaan, baik oleh instansi pemerintah maupun lembaga swasta.

“Disadari atau tidak pemahaman tentang bencana penting diberikan di sekolah-sekolah,” kata Tina.

Kepala Biro Kesra Penprov Sulawesi Tengah Siti Hasbia mewakili Gubernur, menilai pentingnya kegiatan psikososial ini sebagai ajang sharing pengetahuan, pengenalan teknik dan praktek pendampingan psikososial bagi guru-guru.

“Ditambah lagi, sebagai panutan bagi para muridnya, membuat pada guru wajib mengikuti kegiatan ini supaya kelak mampu memahami, menguasai dan menerapkannya guna membantu meringankan memori buruk atau trauma bencana yang dialami murid-muridnya,’ kata Hasbia.

Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Perwakilan Sulawesi Tengah Dedi Askary mengatakan Rumah Rekawan Bersama Sulawesi Tengah merupakan koalisi antara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah bersama beberapa Institusi Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat Sipil.

Selain itu ada pula dari usahawan/kalangan Industri, utamanya dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja, Pusat Studi Kebencanaan UPN Veteran Jogja, Yayasan Kappala Indonesia serta Sampoerna untuk Indonesia.

“Rumah Bersama Relawan yang digagas bersamaan dengan berlangsungnya kerja-kerja respon darurat oleh para relawan kemanusiaan yang datang membantu masyarakat Sulteng yang terppapar dan menjadi korban dalam bencana alam  yang terjadi 28 September 2018 khususnya pada masa tanggap darurat,” kata Dedi Askary.

Tambahnya, bahkan hingga saat ini pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi yang pelaksanaannya dalam skema kerja kolaboratif dengan melakukan beragam aktifitas, program bersama sebagai perwujudan dan pelaksanaan mandat sebagaimana yang tertuang dalam Kerangka Kerja SENDAI untuk Pengurangan Resiko Bencana. (patar)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 55 times, 1 visits today)