Setelah Luluhlantak Dihantam Tsunami, Markas Komando Dit Polair Sulteng Kembali Dibangun

  • Bagikan

PALU, Kabar Selebes – Setelah luluhlantak diterjang tsunami 28 September 2018, kini Markas Komando (Mako) Dit Polair Polda Sulawesi Tengah kembali dibangun di Desa Laiba, Kecamatan Wani, Kabupaten Donggala.

Pembangunan dimulai dengan peletakkan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto, Kamis, (11/07/2018).

Menurut Lukman, pembangunan Mako Dit Polair Polda Sulteng ini sudah melalui tender dengan sumber anggaran berasal dari APBN yang tertuang dalam DIPA Biro Logistik Rp.22 miliar lebih yang terdiri dari pekerjaan konstruksi dan fasum Rp.19 miliar, jasa konsultasi perencanaan Rp 257 juta, jasa konsultasi pengawasan Rp.321 juta, pengadaan meubelair Rp.1,8 miliar dan biaya pengelolaan kegiatan 219 juta.

Ia berharap semoga kantor ini nantinya dapat digunakan dengan baik oleh Dit Polair dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Semoga dengan bangunan baru nantinya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Melalui kesempatan itu, Ia meminta pihak yang terlibat dalam pembangunan markas komando ini harus menjaga kualitas bangunan.

“Karena pembangunan ini menggunakan uang rakyat, jadi, saya mohon kepada kontraktor pemenang tender, agar membangun kantor ini dengan kualitas yang baik. Kemudian konstruksinya harus tahan gempa karena kita berada diwilayah rawan gempa dan kinerjanya harus tepat waktu sesuai kontrak yang ada,” kata Lukman.

Dir Polair Kombes Pol Indra Rathana menambahkan, selain pembangunan Mako juga ada pembangunan dermaga dengan nilai kontrak sebesar Rp.5,9 miliar, kemudian untuk pekerjaan 48 jasa konstruksi pembangunan talut Dit Polairud sebesar Rp.1,5 miliar, pembangunan pagar Mako Ditpolair sebesar Rp.780 juta, dan pembangunan rumah dinas staf sebesar 1,9 miliar.

“Jadi total anggaran pembangunan Mako dan fasilitas umum sebesar Rp.32 miliar,” jelasnya.(Sarifah Latowa)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan