Sulawesi Tengah

Pencuri Alat Pendeteksi Gempa di Sigi Ditangkap Polisi

708
×

Pencuri Alat Pendeteksi Gempa di Sigi Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini

SIGI, Kabar Selebes – Pelaku pencurian perangkat alat pendeteksi gempa sesar Palu Koro milik BMKG Stasiun Geofisika Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap polisi. Pelaku ditangkap beserta barang bukti yang bernilai 700 juta rupiah.

Pelaku adalah Angger Putra alias Angger (14) yang saat ini masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Palu, warga Desa Lolu dan seorang penada, Sofyan alias Ophan (43) warga Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru.

“Kedua pelaku ditangkap atas petunjuk postingan di grup Info Kota Palu (IKP) pada media sosial facebook untuk dijual dengan harga yang sangat murah. Dari hasil pemeriksaan, empat orang terlibat dari pencurian tersebut. Dua orang kami tangkap, dan dua orang lainnya masih DPO,” ungkap Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri saat menggelar konferensi pers pada Senin (29/8/2019) sekitar pukul 10.35 wita.

BACA JUGA :  Tak Punya "Kursi", PKB Absen di Pilkada Poso dan Tolitoli

Menurut Wawan, pelaku Angger ditangkap di sekolahnya usai mengikuti pembelajaran di ruang kelas. Dan dari pengakuan pelaku, bahwa pencurian dilakukan hanya untuk ingin bermain di warnet dan mengkonsumsi narkoba.

“Pelaku utama ada tiga orang, salah satunya Angger. Dia ditangkap di sekolahnya, dan mengaku barang milik BMKG itu akan dijual untuk bermain di warnet dan menggunakan sabu sabu,”kata Wawan.

BACA JUGA :  Kisah Persahabatan Nurdin dengan Kawanan Buaya Sungai Palu

Kepada KabarSelebes.id, aqngger mengakui perbuatannya dan pencurian dia lakukan karena ingin bermain di warnet bersama teman temannya dan juga karena sudah kecanduan narkoba.

“Saya tidak tau kalai itu alat pendeteksi gempa, karena barang tersebut terpasang di bangunan yang ada di pegunungan pombewe,”ucap Angger

Sementara itu, pengakuan dari seorang penada, Sofyan alias Ophan (43) bahwa barang tersebut, tidak diketahui milik BMKG dan dijual dengan harga 480 ribu rupiah.

BACA JUGA :  Gempa 3,8 SR Goyang Teluk Poso

“Angger mengaku butuh uang untuk beli makanan dan mengakui barang tersebut adalah sisa sisa dari tsunami dan likuefaksi,”kata Sofyan.

Dua pelaku lainnya, sudah ditetapkan DPO dan saat ini masih dalam tahap pengejaran oleh pihak kepolisian.

Nilai kerugian yang dilaporkan BMKG terkait hilangnya alat pendeteksi gempa itu mencapai ratusan juta rupiah. Peralatan penteksi gempa tersebut adalah satu diantara empat perangkat terpasang yang saling terhubung untuk memberikan informasi akurat mengenai aktivitas kegempaan sesar palu koro.(Arjan)